Sang desainer menyalurkan pengalaman hidup mentah, kisah emosional tentang California, dan opening performance kontroversial dalam presentasi tanpa filter.
“Kehidupan kantor itu kebalikan dari kaku; buat saya, ini adalah playground untuk imajinasi, tempat saya bisa membelokkan kode berpakaian formal,” ungkap desainer Jonny Johansson soal koleksi SS27 yang eklektik ini.
Apparel performa tinggi ini debut di Paris Fashion Week sebelum dirilis secara komersial dalam jumlah ultra-terbatas di seluruh dunia.
Menyorot Sir Don McCullin, Don Letts, dan Danny Fox dalam rangkaian potret lo-fi jelang show 25 Juni.
Show runway ini memadukan wetsuit teknis dengan tailoring mewah, lengkap dengan suguhan musik eksklusif di atas runway.
Mulai dari Supreme, Palace, Fear of God sampai brand keren lainnya.
Koleksi terbaru brand Jepang ini menghadirkan estetika punk-grunge yang raw, berakar pada eksplorasi material ekstrem dan kode gaya underground.
Anthony Vaccarello merancang koleksi yang sepenuhnya bertumpu pada pengekangan dan penghilangan, menjadikan instalasi imersif Fujiko Nakaya sebagai “pemain” aktif untuk menghadirkan kemewahan dari ketiadaan.
Label Seoul tersebut kembali mengangkat salah satu ikon seni underground paling legendaris lewat koleksi T-shirt, polo vintage-wash, dan figur karakter kesayangan ini.
Dikembangkan oleh veteran UK Special Forces, brand performa asal Inggris ini naik kelas ke wilayah ketinggian ekstrem dengan perlengkapan gunung yang sudah teruji habis-habisan.
Dari indigo fermentasi sampai katun organik rajut tangan, koleksi “Trees Are Poems” dari label asal Inggris ini menguatkan proses handmade yang nyaris mustahil ditiru produksi massal.