“Pameran ini hadir sebagai doa sonik—sebuah ajakan untuk hening dan benar‑benar mendengarkan.”
Ilustrator asal Kroasia ini menangkap wajah Berlin lewat perjalanan ingatan, luka, dan proses penyembuhan.
Dikenang lewat komposisi yang lembut, menggelisahkan, dan intim—karya-karyanya mengajak kita merasakan “simpati pada kemanusiaan.”
Dua fotografer ternama ini ngobrol soal proyek kolaborasi terbaru mereka, sepenuhnya diambil dengan film Super 8 di Gurun Mojave.
“Perfect Nonsense” adalah surat cinta absurd pada masa remaja ala Amerika.
Sebuah reinterpretasi retrofuturistik atas Hotel Chelsea bersejarah di New York.
Sintila is open for public mulai 10 April 2026 di Baik Art Gallery Jakarta, bersamaan dengan perilisan koleksi kolaborasi bareng Biyan
Pengalaman ini akan menampilkan karya seni orisinal dan film audiovisual berdurasi 75 menit.
Seniman Tiongkok ini mengeksplorasi persimpangan antara smart agriculture dan tradisi lewat proyek multimedia terbarunya.
Dalam pameran terbaru Red Expanse, 21 seniman mengulik cinta, kemurnian, dan kehilangan di tengah masa penuh gejolak.
Seniman Italia ini berperan layaknya pastor dan merilis edisi patung terbaru dari karya Katolik ikoniknya, “La Nona Ora.”
Menampilkan “Californian Occultism” di Thaddaeus Ropac Paris lewat pameran surealis yang imersif.