Sony Ajukan Paten AI “Ghost” untuk Bantu Gamer Tembus Level Tersulit
Konsep baru ini bisa menggantikan tutorial statis dengan pendamping digital interaktif di dalam game.
Ringkasan
- Sony Interactive Entertainment mendaftarkan paten untuk pemain “hantu” berbasis AI yang dapat mendemonstrasikan solusi gameplay secara real-time
- Sistem ini dirancang untuk merespons pertanyaan dalam bahasa alami dan memberikan bantuan di berbagai mode: cerita, pertarungan, dan eksplorasi
- Para analis industri menilai fitur ini mencerminkan dorongan yang lebih luas menuju kecerdasan on-device, yang berpotensi memengaruhi spesifikasi konsol generasi berikutnya
Sony Interactive Entertainment telah mendaftarkan paten baru yang berpotensi mengubah secara mendasar cara pemain menaklukkan rintangan di dalam game. Dijuluki “AI Ghost Player”, sistem ini membayangkan sebuah karakter overlay interaktif yang mampu melakukan aksi berdampingan dengan pengguna. Berbeda dari tutorial pop-up tradisional atau petunjuk teks, entitas AI ini berperan layaknya kakak digital: memperlihatkan rute, mendemonstrasikan timing serangan, hingga menyorot jalur-jalur tersembunyi langsung di dalam dunia permainan.
Menurut dokumen paten yang dilaporkan melalui allaboutai, “hantu” ini ditenagai oleh mesin AI asisten yang menghasilkan input kontrol untuk meniru pemain manusia. Pendekatan ini memungkinkan gaya “show, don’t tell”—atau “tunjukkan, bukan sekadar jelaskan”—di mana asisten bisa dipanggil lewat perintah dalam bahasa alami. Paten tersebut merinci sejumlah mode berbeda, termasuk “Combat Mode” untuk menguasai parry dan dodge, serta “Exploration Mode” untuk memburu rahasia. Bahkan disebutkan adanya “Full Game Mode” di mana AI berpotensi menuntaskan tugas-tugas tertentu atau menjalankan sesi permainan terpandu bagi pemain.
Meski konsep ini menjanjikan akses yang lebih mudah ke judul-judul game yang terkenal sulit, hal tersebut juga menyoroti semakin tingginya tuntutan hardware di ranah gaming modern. Menjalankan model AI kompleks yang peka konteks membutuhkan kapasitas memori dan daya komputasi yang sangat besar. Di tengah data center yang kini menyerap pasokan global chip memori berkecepatan tinggi untuk infrastruktur AI, para analis mencatat bahwa integrasi fitur seperti ini ke dalam konsol rumahan bisa memengaruhi harga serta jadwal rilis perangkat masa depan seperti PlayStation 6.
















