Temuan Loteng ‘Superman No. 1’ Pecahkan Rekor Rp 9,12 Juta Dolar
Komik grail CGC 9.0 yang tersimpan di loteng ini mengguncang pasar komik, memadukan asal-usul legendaris dan kondisi nyaris sempurna hingga melampaui rekor tertinggi ‘Action Comics No. 1’.
Sekilas Gambaran
- Sebuah eksemplar yang nyaris tanpa cacat dari Superman No. 1 terbitan 1939 resmi menjadi komik paling mahal yang pernah terjual, laku seharga US$9,12 juta di Heritage Auctions dan menggeser batas tertinggi nilai di pasar barang koleksi.
- Komik yang mendapat grade CGC 9.0 itu muncul dari sebuah loteng di Northern California, ketika tiga bersaudara akhirnya memilah peninggalan mendiang ibu mereka dan menemukan sekotak kecil komik era Golden Age yang ia beli saat berusia sembilan tahun di San Francisco pada masa Depresi Besar.
- Penemuan ini membalik narasi klasik “ibu membuang koleksi komikku”. Sang ibu justru merawat komiknya, selama puluhan tahun dengan tenang bersikeras bahwa ia punya “komik langka entah di mana”, sebuah legenda keluarga yang terbukti sangat nyata ketika kotak itu akhirnya muncul ke permukaan.
- Heritage membingkai penjualan ini sebagai peristiwa sekali dalam seumur generasi; para eksekutif menyebutnya tonggak dalam sejarah budaya pop dan menegaskan bagaimana kondisi, asal-usul, dan kisah latar yang nyaris mitologis bisa mengangkat satu edisi komik menjadi karya seni kelas investasi blue-chip.
- Edisi loteng ini menggeser pemegang rekor sebelumnya seperti Action Comics No. 1 yang pernah terjual seharga US$6 juta, serta penjualan berkualitas tinggi sebelumnya untuk Superman No. 1, menandakan bahwa komik kunci superhero kelas atas tetap menjadi aset aman meski harga komik secara umum tengah melandai.
- Bagi para kolektor dan penggemar budaya, penjualan ini bukan sekadar ajang pamer. Ini adalah bukti bahwa kisah di balik sebuah objek—kotak yang terlupakan, anak kecil di era Depresi yang menabung uang receh di kios koran, rumah yang dibiarkan tak tersentuh selama bertahun-tahun—kini punya nilai setara dengan ikon berjubah di sampulnya.


















