ANTA dari Tiongkok Bidik Akuisisi Besar PUMA Senilai US$7,6 Miliar
PUMA saat ini mayoritas dimiliki keluarga miliarder Pinault dari Prancis.
Ringkasan
-
ANTA asal Tiongkok tengah mengkaji penawaran untuk mengambil alih merek sportswear asal Jerman, PUMA, yang bernilai sekitar US$7,6 miliar
-
Akuisisi ini akan menjadi manuver strategis yang memberi ANTA akses instan ke pasar Barat sekaligus kepemilikan atas sebuah merek Eropa papan atas
-
Jika terealisasi, kesepakatan ini akan melahirkan kekuatan baru di kancah sportswear global yang berpotensi menyaingi Nike dan adidas
Perubahan besar tampaknya tengah mengintai pasar sportswear global. ANTA dari Tiongkok, yang sudah menjadi pemain raksasa di ranah apparel atletik, disebut termasuk di antara perusahaan yang tengah mengkaji penawaran pengambilalihan terhadap merek sportswear asal Jerman, PUMA. Langkah agresif ini digerakkan oleh ambisi strategis ANTA untuk segera menguasai sebuah merek Eropa besar dan secara signifikan memperluas jangkauannya ke pasar Barat.
Perusahaan Jerman ini, yang memiliki valuasi pasar sekitar €7 miliar (US$7,6 miliar), saat ini mayoritas sahamnya dipegang Artémis, perusahaan holding milik keluarga miliarder Pinault dari Prancis. Kering sejak lama telah menyiratkan niat untuk melepas kepemilikannya di PUMA, membuka jalan bagi pertarungan penawaran bernilai sangat tinggi. Jika ANTA berhasil mengambil alih, lanskap industri akan berubah seketika, melahirkan kekuatan baru berskala global yang berpotensi menggoyang dominasi jangka panjang Nike dan adidas.
Portofolio ANTA saat ini sudah mencakup merek-merek seperti Fila (di Tiongkok) dan grup asal Finlandia, Amer Sports (yang memiliki Arc’teryx dan Salomon). Masuknya segmen sepak bola dan lifestyle PUMA yang sangat kuat di ranah publik akan melengkapi lini sportswear dan produk teknis ANTA yang sudah ada. Meski sejumlah firma investasi lain juga dikabarkan membidik merek Jerman ini, keberhasilan ANTA mengamankan akuisisi akan menjadi tonggak penting bagi pengaruh korporasi Tiongkok di sektor luxury dan olahraga global.


















