7 Pameran Wajib Dikunjungi Selama Frieze London
Dari ‘Rust Never Sleeps’ oleh Rick Owens dan Michele Lamy hingga ‘Build From Here’ oleh Wolfgang Tillmans, simak deretan pameran paling mencuri perhatian ini.
Frieze Week tengah mengambil alih London, menarik para seniman, kolektor, hingga pengembara seni yang santai ke orbit kota berisi pembukaan pameran, pesta, dan obrolan larut malam. Di luar tenda-tenda pekan seni di Regent’s Park, programnya merebak seantero kota saat Rick Owens dan Michele Lamy menyelami puisi tentang pelapukan dalam Rust Never Sleeps di Carpenters Workshop Gallery, sementara Sonia Gomes dari São Paulo membawa kehangatan dan ingatan ke Pace melalui É preciso não ter medo de criar.
Di White Cube, Cai Guo-Qiang menyalakan Gunpowder and Abstraction dan Peter Doig mengubah Serpentine menjadi ruang suara dan keheningan, lengkap dengan speaker kustom menjulang dalam House of Music. Inilah beberapa pameran favorit kami untuk Anda sambangi di London selama Frieze Week ini.
‘Rust Never Sleeps’ di Carpenters Workshop Gallery
Carpenters Workshop Gallery menghadirkan Rust Never Sleeps, sebuah pameran baru dari Rick Owens Furniture yang dikuratori Michele Lamy, berlangsung hingga 14 Februari 2026. Meminjam judul dari lagu Neil Young tahun 1979, pameran ini mengangkat karat sebagai simbol kekuatan dan ketangguhan, membuktikan bahwa yang tampak usang pun masih menyimpan daya. Sorotan karya mencakup “Antler Bed” dari kayu elm daur ulang; “Double Bubble” dari baja berkarat dan kulit grafit; “K Plug Table” dari perunggu; serta “Pedalò Rust” dari baja berpatina dengan bantalan kulit unta. Secara kolektif, karya-karya ini menunjukkan bagaimana pelapukan bisa bertransformasi menjadi pembaruan.
Carpenters Workshop Gallery
Ladbroke Hall
79 Barlby Rd
London, GB
‘Incantations’ karya Kudzanai-Violet Hwami
Victoria Miro menghadirkan Incantations, pameran baru oleh Kudzanai-Violet Hwami yang berlangsung hingga 1 November 2025. Pameran ini menampilkan lukisan-lukisan baru, vinil foto berukuran besar untuk dinding, serta patung perunggu perdana sang seniman. Berpusat pada tema fragmentasi, identitas, dan spiritualitas, Hwami menelusuri bagaimana citra dan ingatan membentuk siapa kita di dunia digital. Berangkat dari foto pribadi, mitologi, dan sejarah keluarga, karya-karyanya bekerja bak mantra visual yang menyalurkan emosi, kekacauan, dan transformasi. Pameran ini juga mencakup seri lukisan Atom, terinspirasi “Song of Myself” karya Walt Whitman, di mana beberapa kanvas berpadu menjadi kisi-kisi rumit penuh citraan yang saling bertumpuk.
Victoria Miro
16 Wharf Rd,
London N1 7RW, GB
‘Build From Here’ karya Wolfgang Tillmans
Karya Wolfgang Tillmans, Build From Here berlangsung hingga 20 Desember 2025 di berbagai ruang Maureen Paley di East London. Pameran ini menandai pembukaan lokasi baru galeri—yang dulunya merupakan studio London milik Tillmans sendiri—serta menghimpun karya-karya fotografi baru yang dibuat dengan dan tanpa kamera, fotokopi terbaru, dan karya video yang pertama kali ditampilkan di Centre Pompidou, Paris. Menjelajahi bagaimana observasi beralih menjadi kreasi, pameran ini menampilkan karya seperti Easter Passion (2007), sebuah renungan sunyi atas studio lamanya, serta karya-karya baru yang dibuat di pabrik pengerjaan logam di kota kelahirannya, Remscheid.
Maureen Paley
Studio M, Rochelle School,
7 Playground Gardens,
London, GB
‘É preciso não ter medo de criar’ karya Sonia Gomes
É preciso não ter medo de criar karya Sonia Gomes kini dipamerkan di Pace London hingga 15 November, menandai pameran tunggal perdana sang seniman berbasis São Paulo di Inggris. Dikuratori oleh Paulo Miyada, pameran ini menampilkan karya-karya baru yang memperluas penggunaan tekstil khas Gomes, termasuk pendants, torsions, dan patung-patung baru dari perunggu, berdampingan dengan lukisan. Pameran ini bertepatan dengan rilis katalog barunya, Assombrar o mundo com Beleza (I Haunt the World with Beauty). Dikenal karena mentransformasi kain temuan dan material sehari-hari seperti sangkar burung, kayu apung, dan kawat menjadi bentuk-bentuk abstrak, Gomes mengeksplorasi tema leluhur, ketangguhan, dan identitas yang berakar pada tradisi diaspora Afrika.
Pace
5 Hanover Square
London W1S 1HQ, GB
‘Gunpowder and Abstraction’ karya Cai Guo-Qiang
Berlangsung hingga 9 November, karya Cai Guo-Qiang Gunpowder and Abstraction 2015–2025 menandai pameran perdananya di London dalam lebih dari dua dekade, menampilkan lebih dari tiga puluh karya yang menelusuri satu dekade eksperimen dengan bubuk mesiu. Pameran di White Cube Bermondsey ini menggali bagaimana penciptaan dan penghancuran, kendali dan kekacauan, serta gagasan Timur dan Barat saling beririsan melalui proses eksplosif ala Cai. Dimulai dari eksperimen awalnya di Fujian pada 1980-an, ketika ia untuk pertama kalinya menyulut bubuk petasan di atas kanvas, pameran ini menyoroti evolusi teknik khasnya.
White Cube
144 – 152 Bermondsey Street
London, GB
‘Peter Doig: House of Music’ di Serpentine
Peter Doig: House of Music di Serpentine mengubah galeri menjadi ruang untuk mendengar, berkumpul, dan berefleksi. Pameran ini menyatukan lukisan-lukisan baru dengan speaker vintage yang direstorasi, memutar musik dari koleksi piringan hitam dan kaset pribadi Doig. Banyak karya merujuk pada tahun-tahunnya di Trinidad, ketika kultur sound-system dan sinema membentuk kedekatannya dengan musik. Di pusat pameran, sebuah sound system langka dari era 1930-an dihidupkan kembali bersama pakar audio Laurence Passera, menawarkan cara intim untuk merasakan suara dan visual secara bersamaan. Judulnya merujuk pada lagu Dat Soca Boat karya musisi Trinidad, Shadow, yang potret sang musisi turut tampil dalam pameran. Setiap Minggu, sesi “Sound Service” mengundang seniman seperti Ed Ruscha, Duval Timothy, dan lainnya untuk berbagi musik secara langsung.
Serpentine South Gallery
Kensington Gardens
London W2 3XA, GB
‘A Good Shelf’ karya Tom Sachs
Berlangsung hingga 20 Desember, Tom Sachs: A Good Shelf di Thaddaeus Ropac London menghadirkan tiga puluh karya keramik buatan tangan sang seniman asal New York yang dipajang di rak-rak dari material temuan, berdampingan dengan Mezcaleria, sebuah bar kopi dan mezcal yang benar-benar beroperasi. Pameran ini memadukan gaya bricolage khas Sachs dengan praktik keramiknya selama satu dekade, mengeksplorasi ritual, proses, dan fungsi sehari-hari. Karya-karya yang dipamerkan berkisar dari cangkir mezcal hingga mangkuk sereal, terinspirasi chawan tradisional Jepang. Sachs mulai membuat chawan berlogo NASA setelah proyek Space Program: Mars pada 2012, ketika ia membayangkan ulang upacara minum teh di Mars. Selama bertahun-tahun, ia terus memoles bentuk tersebut dan A Good Shelf menandai pameran perdana di Eropa yang sepenuhnya didedikasikan untuk karya-karya keramik ini.
Ely House
Dianne Way, London
Barnet EN4 9RY, GB















