Kembali menghidupkan bentuk persegi klasik dengan dial black-rhodium memukau dan tourbillon stop‑seconds inovatif.
Setiap dial dibuat secara handmade, menghadirkan tekstur dan warna yang unik pada tiap jam tangan.
Setiap grafis unik digarap seniman berbeda untuk menerjemahkan musik duo tersebut jadi visual yang estetik.
Memadukan keramik yakishime tanpa glasir dan kulit tanpa finishing dalam koleksi kolaborasi yang unik.
Menghadirkan dial putih murni terinspirasi teknik pencelupan sutra Jepang.
Dari tee dan sweatshirt bernuansa mistis “Worshipper” hingga mug grafis co-branded.
Untuk pertama kalinya dalam satu dekade, Sculpture Court Barbican kembali menghadirkan karya seni publik.
Seniman multimedia berbasis Seoul ini mengubah sneakers low-top kanvas pudar dengan grafis dan lettering yang edgy.
Teaser baru di media sosial mengisyaratkan koleksi kapsul yang memadukan terrace culture dengan gear lapangan berperforma tinggi.
Hadir bareng siluet Cloudtilt Hi dan varian Cloudsolo.
Terinspirasi celana angkatan laut Inggris, kini hadir dengan material modern yang lebih fungsional.
Bab ketiga sekaligus penutup ini resmi menutup proyek film perayaan 15 tahun pada Mei mendatang.