Dari casing organik, jarum, batang pegas, hingga jembatan mesin, merek jam tangan independen ini tetap teguh menggunakan konstruksi emas murni tanpa kompromi.
Mulai dari ransel ELVO yang dapat mengembang, tas-vest RENO berkerudung, sling PO S berpilin ala origami, hingga aksesori lainnya.
Mengganti mesh dengan nilon dan nubuck, label Jepang ini menghadirkan kecanggihan yang subtil pada sepatu lari trek era 2000-an.
Lima puluh tahun setelah model orisinalnya debut, kronograf baru ini memadukan warisan balap vintage dengan material berperforma modern.
Terinspirasi budaya mobil “young-timer” era 1970-an, jenama jam tangan Jepang ini memperkenalkan Prospex Heritage Motoring Countdown Speedtimer dalam warna Powder Blue dan Petrol Blue.
Menjadi pusat peluncuran ini, Eau de Parfum “Unforeseen Aer” memadukan akor “Pure Air” yang segar dengan kehangatan bertekstur dari pala untuk mengeksplorasi keindahan perubahan.
Eau de Parfum terbaru ini memadukan bergamot Calabria, kayu cedar Virginia yang berkarakter tegas, serta aksen gourmand yang lembut dan creamy.
Terbatas hanya 30 unit di seluruh dunia, rilisan 40 mm ini menghadirkan mesin openwork berarsitektur yang dibalut warna biru pekat.
Kemitraan kreatif selama 30 tahun berlanjut dengan foto dokumenter arsip yang hadir dalam koleksi streetwear andalan.
Dibuka pada 17 September 2027, properti di Hokkaido ini memadukan suite spa yang menenangkan dengan pengalaman wellness bathhouse multisensori.
Diawali dengan Cross Insulation Jacket, rangkaian lengkap pakaian dan aksesori hiking ini akan dirilis secara bertahap.
Hadirkan UNEEK Loafer dan Newport Oxford dalam tampilan baru bernuansa gelap.