Hasil akhir terbaru ini menghadirkan pantulan yang memikat, tingkat opasitas yang bervariasi, serta karakter yang lebih perseptual pada koleksi lampu kaca cetak dari studio tersebut.
‘Tempo Point’ membawa Ahri, Akali, Evelynn, dan Kai’Sa ke dalam semesta publikasi kolektibel rumah mode ini.
Lima objek buatan tangan mengekspansi konsep orisinal dari koleksi LJUS.
Diproduksi terbatas sebanyak 500 buah, edisi ini memadukan dial rona emas yang hangat dengan paduan titanium, keramik hitam, dan detail menawan khas zodiak.
Dial emas kuning 2N berbalut DLC hitam serta cincin luar oniks menghadirkan kontras visual yang lebih kaya pada jam tangan terkecil lansiran merek ini.
Gaspard Augé dan Xavier de Rosnay membawa nuansa elektronik sinematik mereka ke rilisan terbesar Rockstar sejauh ini.
Wajah-wajah baru, misteri yang lebih gelap, dan musuh korporat yang tak asing lagi menjadi sorotan utama dalam anime mandiri mendatang dari CD PROJEKT RED dan Studio TRIGGER.
Arloji Series A: Romanesque memadukan dial sandwich dengan tipografi yang terinspirasi dari pilar-pilar batu yang berulang.
Tak ada satupun dari edisi terbatas 15 buah ini yang identik, berkat guratan abu-abu tak beraturan alami dari mineral tersebut.
Visual terbaru ini menyoroti Knu Skool Mule, Authentic Kickdown, dan beragam koleksi pakaian eklektik yang terinspirasi dari alam bebas.
Classic Fusion Tributo mempertahankan sekrup yang terekspos, dial hitam, dan tali jam karet khas Hublot edisi pertama.
Menghadirkan detail Three Stripes dan panel tumit berwarna krem yang memberi sentuhan kontras memikat di atas upper sneaker bermotif hewan yang semarak.