Josh Safdie Ungkap Akhir Supernatural Bertema Vampir yang Dihapus dari ‘Marty Supreme’
A24 kabarnya mempertanyakan perubahan tone yang drastis itu.
Ringkasan
- Josh Safdie mengungkap sebuah akhir orisinal untuk Marty Supreme yang menghadirkan twist vampir bernuansa supranatural
- Final yang kemudian dibatalkan itu menampilkan karakter Kevin O’Leary menggigit leher Marty di sebuah konser
- Para eksekutif A24 menolak payoff tersebut dan memilih akhir yang lebih membumi dan konvensional
Belum lama ini, sutradara Josh Safdie berbincang dengan Sean Baker di A24 Podcast dan mengungkap sebuah ending nyeleneh yang akhirnya dibatalkan untuk film terbarunya, Marty Supreme, yang awalnya berbelok tajam ke arah supranatural.
Dalam draf awal, kisah ini mengikuti karakter jenius pingpong yang diperankan Timothée Chalamet hingga akhir era 80-an, menelusuri kesuksesan komersial besarnya sebagai mogul lini sepatu. Film ini awalnya akan ditutup di sebuah konser Tears for Fears, ketika Marty yang kini kaya raya dan menua merenungkan pilihan-pilihan hidupnya sambil duduk bersama cucunya. Adegan itu lalu bergeser ke ranah horor ketika Milton Rockwell (Kevin O’Leary) tiba-tiba muncul di belakang Marty—tanpa terlihat menua—dan menggigit lehernya. Payoff atas klaim Rockwell sebelumnya bahwa ia adalah seorang vampir ini sudah begitu jauh dikembangkan sampai Safdie memesan gigi digital khusus untuk sekuens tersebut.
Konon para eksekutif A24 mempertanyakan perubahan tone yang ekstrem itu, sehingga akhirnya ending tersebut dihapus demi penutup yang lebih membumi. Menurut laporan Variety, O’Leary kemudian mengungkapkan kekecewaannya atas pemotongan tersebut, dengan mengatakan bahwa payoff vampir itu sebenarnya adalah hukuman yang paling pas untuk sifat egois Marty. Meski versi final filmnya tetap hadir sebagai sports dramedy, akhir yang dibuang ini menawarkan sekilas pandang yang menarik atas tendensi surealis Safdie.


















