Mengapa Kolaborasi NEEDLES x UNIQLO Memicu Gatekeeping Besar-besaran?
Dan kenapa koleksi ini juga jadi langkah jenius?
Kolaborasi UNIQLO dan NEEDLES menandai momen penting di dunia fesyen dengan mempertemukan streetwear premium dan busana sehari-hari yang mudah dijangkau. Sejak diumumkan, kolaborasi ini menuai respons besar yang beragam. Para penggemar fesyen menunjukkan antusiasme di media sosial, namun pada saat yang sama kemitraan ini juga memicu kritik dan kekecewaan dari para penggemar setia NEEDLES.
Sambutan yang terbelah itu memunculkan pertanyaan kunci: Apakah kolaborasi NEEDLES x UNIQLO sepadan dengan hype, atau justru mimpi buruk “gatekeeping” bagi para puris merek? Jawabannya—sebagaimana dibuktikan kinerja pasar yang bergerak cepat—adalah: keduanya benar.
Koleksi kolaborasi ini menawarkan ragam item fleece yang ramah di kantong, termasuk Full-Zip Jacket, Oversized Cardigan, dan Wide Pants, semuanya memamerkan DNA desain NEEDLES dengan bordiran kupu-kupu khas dan detail side tape.
Respons pasar terhadap kolaborasi ini terjadi seketika dan luar biasa, ditopang aktivitas daring, ulasan, dan percakapan di media sosial yang menyulut hype besar-besaran. Peluncuran global pada 31 Oktober membuat item populer seperti cardigan bergaris ludes seketika, baik online maupun di toko fisik. Permintaan setinggi ini banyak dikaitkan dengan banderol harga yang “radikal”. Jika lini utama NEEDLES seperti Mohair Cardigans dan track pants klasik biasanya dibanderol antara ¥20,000 JPY hingga lebih dari ¥30,000 JPY (sekitar $130–$200 USD), item kolaborasi dengan UNIQLO dihargai jauh lebih terjangkau, hanya $49–$59 USD, sehingga menarik banyak orang mendatangi gerai UNIQLO khusus untuk koleksi ini.
Bagi NEEDLES, kolaborasi ini adalah langkah terukur untuk lepas dari status cult-nya, membuka jalan bagi perluasan audiens global. Pendiri NEEDLES, Keizo Shimizu, mengatakan, “Sejak berdirinya Nepenthes pada 1988 dan NEEDLES pada 1995, kami terus berbagi gagasan dengan dunia dalam ritme kami sendiri dari studio di Jingumae, Tokyo. Dengan menyempurnakan fleece khas UNIQLO dengan motif kupu-kupu kami dan tampilan NEEDLES yang ikonis, kami menciptakan busana yang benar-benar ikonis. Kami menantikan untuk memperkenalkan dunia NEEDLES kepada audiens yang lebih luas melalui kolaborasi ini.”
Keberhasilan strategi ini terbukti dari lonjakan engagement online yang dihasilkannya. Di media sosial, para kreator konten fesyen membuat tak terhitung banyaknya review try-on, panduan styling, hingga kupas tuntas sejarah merek, yang menghadirkan eksposur masif. Ini membuat logo kupu-kupu dan siluet ikonis NEEDLES kian mudah dijangkau oleh basis konsumen yang lebih luas—termasuk mereka yang sebelumnya tak mampu membeli lini utama atau belum familiar dengan mereknya namun kini punya daya beli—sekaligus memperluas daya tarik merek melampaui audiens cult sebelumnya.
@brycekicksPendapat kalian soal kolab UNIQLO x NEEDLES yang baru?#uniqlo #needles@UNIQLO Canada @UNIQLO USA♬ suara asli – Bryson Moore
Namun, keberhasilan “mendemokratisasi” logo itu langsung dibalas kritik tajam. Bagi para penggemar NEEDLES jangka panjang, kemitraan ini terasa seperti penggerusan tak terbantahkan atas eksklusivitas merek yang dibangun susah payah. Skenario “mimpi buruk” ini kian terasa jika dibandingkan dengan rekam jejak UNIQLO menggandeng desainer papan atas lain seperti JW Anderson dan Engineered Garments—lini yang kerap dipuji karena sukses mengintegrasikan bahan teknis dan bauran material demi menjaga persepsi kualitas yang lebih tinggi.
Sebaliknya, isu utama bagi para puris NEEDLES adalah pilihan bahan, karena seluruh koleksi kapsul ini diproduksi dari fleece poliester 100%. Bagi mereka yang menghargai tekstur mewah seperti velour atau paduan wol pada lini utama, hal ini terasa sebagai penurunan nilai yang tak bisa diterima, hingga memicu keluhan di Reddit tentang komposisinya yang dianggap murahan. Keluhan puncaknya: kolaborasi ini mengubah item eksklusif mereka menjadi “seragam untuk semua orang”, mempertaruhkan sisi unik nan eksentrik merek tersebut.
Pada akhirnya, kemitraan UNIQLO x NEEDLES menjadi contoh gamblang kolaborasi merek masa kini. Dengan memindahkan prestise budaya logo kupu-kupu NEEDLES ke produk yang tersedia luas, kolaborasi ini menghasilkan eksposur besar dan penjualan yang ludes seketika. Kolaborasi ini dengan mudah masuk deretan rilis paling berpengaruh secara budaya di 2025, didorong oleh kontras yang menggoda antara antusiasme audiens massal baru dan kegundahan para penggemar lama.



















