Reinterpretasi modern dari konfigurasi ikonis tahun 1979.
Dial pietersite berputar bak taman gunung‑air, menangkap aliran abadi alam.
Dipakai saat ia menyiarkan laga NFC Championship Game antara Seahawks dan Rams.
Diukir tangan langsung oleh maestro pengrajin logam Kobayashi Masao.
La Flame tampil dengan RM 75-01 Flying Tourbillon Sapphire di show terakhir Hermès arahan Véronique Nichanian.
Tampilan lebih moody dengan pengganti angka berupa mantra “HEART AND MIND”.
Dibuat dari emas solid 18k.
Sebuah hub kolaboratif dengan fleksibilitas Industry 4.0 dan kesejahteraan karyawan sebagai fokus utama.
Dilengkapi siluet tersembunyi Motoko Kusanagi yang muncul saat lampu latar diaktifkan.
Dari Tiffany & Co., Louis Vuitton, TAG Heuer hingga Daniel Roth.
Brand independen ini meneruskan tradisi seni horologi edisi terbatas dengan inovasi berani dan teknologi mutakhir.
Mengusung dial lak buatan tangan terinspirasi objek ritual Asia, jam ini menghadirkan mahakarya budaya di pergelangan tangan.