Dari Rita Ackermann dan Larry Clark hingga Art Dealer dan Shaun Crawford, inilah nama-nama yang wajib kamu tahu.
Menghadirkan sentuhan patina lembut, outerwear andalan yang siap menghadapi cuaca, serta motif pastoral pada lini tas dan alas kaki terbaru.
Merayakan 10 tahun labelnya, Feng Chen Wang menghadirkan show penuh bintang di runway, memamerkan koleksi womenswear lengkap pertamanya dengan deretan look co-ed bersama para pop star dan atlet Olimpiade.
Alessandro Michele meninggalkan maksimalisme era Gucci demi koleksi yang terkurasi rapi, berakar pada pengekangan intelektual dan harmoni estetika.
Menggandeng Chloe Sevigny dan Yeonjun dari TXT, para model melangkah di runway berlapis rumput dengan deretan retro runner penuh dekorasi dan siluet garden clog terbaru.
Koleksi kedua Duran Lantink menghadirkan perpaduan rapi antara gaya Western monokrom dan tailoring tajam dengan sentuhan bahan teknis berteknologi tinggi.
Refleksi minimalis atas visi awal glamor sang maison, diterjemahkan lewat siluet sleek dan sensual yang super terstruktur.
Menampilkan wajah-wajah familiar seperti supermodel Kate Moss, berdampingan dengan talenta baru seperti Fakemink dan Nettspend.
Menampilkan penghormatan pada ciri khas pendiri Marni, Consuelo Castiglioni: payet raksasa, motif kotak-kotak playful, dan rajutan tebal yang ikonis.
Mulai dari quarter zip intarsia, sherpa pullover bermotif, hingga jaket shell retro dipadu denim rugged dan washed.
Siluet yang menyanjung tubuh dan detail yang dipangkas habis menghadirkan koleksi berfokus tailoring, terinspirasi fotografi Anders Petersen.
Menukar monogram heboh dengan tas statement, craftsmanship berbasis bulu, dan siluet bernafaskan Art Nouveau.