Intip koleksi tugas akhir para desainer M.A. CSM, termasuk karya pemenang penghargaan Finnerty Mackay yang berbagi cerita eksklusif dengan Hypebeast di balik panggung.
Setahun setelah debutnya, Veronica Leoni menegaskan era baru Calvin Klein lewat koleksi yang memadukan tailoring minimalis modern dengan detail memanjakan bernuansa ’70-an dan ’80-an.
Menampilkan DeAndre Hopkins dan Marcus Allen, Browne menghadirkan tailoring artistik bernuansa Ivy yang tetap mudah dipakai sehari-hari.
Detail kancing kuno khas Tiongkok ini lagi di-remix habis-habisan oleh desainer Asia dan diadopsi brand Barat — kenapa baru sekarang booming?
Mengajak pecinta fashion ke destinasi ski ikonis Colorado lewat koleksi yang memadukan gaya outdoor 1950-an dengan inovasi teknis modern seperti performance denim.
Koleksi cozy nan eklektik yang memantulkan gaya bold era ’70-an lewat sudut pandang Tokyo yang khas.
Memadukan inspirasi dari berbagai era, koleksi ini menghadirkan gaya outdoor hangat dan cozy dengan sentuhan eklektik.
Rapper yang kini jadi desainer itu menghadirkan lini sepatu bernuansa surealis, lengkap dengan deretan aksesori imajinatif yang tak kalah mencuri perhatian.
Memasuki usia ke-30, Acne Studios meredam sisi grunge-nya untuk menghadirkan koleksi rapi dan polished yang merayakan perjalanan waktu.
Membawa sentuhan tailoring Jepang kontemporer ke debut Florence yang sangat dinantikan.
Memadukan motif toile, workwear Prancis, dan kolaborasi terbaru dengan Reebok
Siluet klasik sang desainer dipelintir dan diperbesar untuk menonjolkan bentuk tubuh, sementara material berani menyuntikkan energi futuristis ke dalam koleksi.