drivers

DRIVERS: Ditho Sitompoel dan Mercedes-Benz W123 230TE Tahun 1985
Otomotif

DRIVERS: Ditho Sitompoel dan Mercedes-Benz W123 230TE Tahun 1985

Classic station wagon dengan desain timeless yang jadi family car favoritnya.

DRIVERS: Jujuk Margono dan Morris MINI MK3 Tahun 1976
Otomotif

DRIVERS: Jujuk Margono dan Morris MINI MK3 Tahun 1976

Cerita soal gimana mobil ikonik ini menjadi dream-come-true-nya.

DRIVERS: Den Dimas dan Mercedes-Benz G-300 W463 Tahun 1997
Otomotif

DRIVERS: Den Dimas dan Mercedes-Benz G-300 W463 Tahun 1997

Si Buburayamracer mewujudkan childhood memories dan passion mendalamnya pada otomotif lewat SUV favoritnya.

DRIVERS: Jason Gunawan dan Alfa Romeo Giulia Super Tahun 1968
Otomotif

DRIVERS: Jason Gunawan dan Alfa Romeo Giulia Super Tahun 1968

Co-founder Potato Head dan Le Bajo berbicara soal passion dan ketertarikannya mengoleksi mobil klasik yang punya racing history.

DRIVERS: Felly Imransyah dan Porsche 928 Tahun 1978
Otomotif

DRIVERS: Felly Imransyah dan Porsche 928 Tahun 1978

Cek bagaimana mobil classic heritage mengkomplimen style-nya sebagai golfer.


DRIVERS: Michael Lesmana dan Porsche 356 A Tahun 1956
Otomotif

DRIVERS: Michael Lesmana dan Porsche 356 A Tahun 1956

Founder KEEP KEEP merefleksikan personal attitude miliknya ke dalam mobil favoritnya.

DRIVERS: Rifat Sungkar dan Porsche 356 A T1 Tahun 1956
Otomotif

DRIVERS: Rifat Sungkar dan Porsche 356 A T1 Tahun 1956

‘Time capsule’ langka yang dilengkapi period-correct parts dalam kondisi yang masih pristine.

DRIVERS: Iqbaal Ramadhan dan Toyota MR2 AW11 Tahun 1987
Otomotif

DRIVERS: Iqbaal Ramadhan dan Toyota MR2 AW11 Tahun 1987

Mobil asal Jepang yang langka dengan jumlah sekitar lima unit di Indonesia.

 

Sepertinya Anda menggunakan ad-blocker

Iklan memungkinkan kami menawarkan konten kepada semua orang. Dukung kami dengan me-whitelist website ini.

Whitelist Kami

Cara untuk Me-Whitelist Kami

screenshot
  1. Klik ikon AdBlock pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Di bagian bawah “Pause on this site” klik “Always
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon AdBlock Plus pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Block ads on – This website” switch ke off untuk mengubah tombol dari biru menjadi abu-abu.
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon AdBlock Ultimate pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Tekan switch off untuk mengubah “Enabled on this site” menjadi “Disabled on this site”.
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon Ghostery pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Klik tombol “Ad-Blocking” di bagian bawah. Tombol tersebut akan menjadi abu-abu dan teks di atasnya berubah dari “ON” ke “OFF”.
  3. Refresh atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon UBlock Origin pada area browser extension di pojok kanan atas.
  2. Klik ikon warna biru besar di bagian atas.
  3. Ketika sudah berwarna abu-abu, klik ikon refresh yang muncul di sebelahnya atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.
screenshot
  1. Klik ikon ad-blocker extension yang sudah ter-install pada brower Anda.
  2. Ikuti petunjuknya untuk menonaktifkan ad blocker pada website yang Anda kunjungi
  3. Refresh halaman atau klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan.