Setiap Pasang Berbeda: Kolaborasi Sandal KUON x SUICOKE x SASHIKO GALS yang Unik di Kaki Kamu
Setiap pasang disulam satu per satu oleh pengrajin di Prefektur Iwate, membuat tiap sandal dalam edisi terbatas ini benar-benar unik secara struktur dan detail.
Nama: KUON x SUICOKE x SASHIKO GALS Sandals
Warna: TBC
SKU: TBC
Harga ritel (MSRP): ¥132.000 JPY (sekitar $820 USD)
Tanggal rilis: 18 Juli
Tempat pembelian: KUON
KUON, SUICOKE, dan SASHIKO GALS akan merilis sandal hasil kolaborasi tiga pihak pada 18 Juli, dengan setiap pasang dalam edisi terbatas ini dibordir tangan menggunakan teknik sashiko oleh para pengrajin yang berbasis di Ōtsuchi, Prefektur Iwate.
Kolaborasi ini hadir di persimpangan yang tak biasa. SUICOKE menyuplai platform sandalnya. SASHIKO GALS, kolektif kriya yang berbasis di Ōtsuchi di pesisir timur laut Jepang, menghadirkan pengerjaan tangan. Sementara KUON, label Tokyo yang membangun identitasnya lewat integrasi teknik tekstil tradisional Jepang ke dalam busana kontemporer, menawarkan kerangka desain sekaligus landasan filosofis yang menyatukan ketiganya.
Metode produksinya sendiri menjadi cerita utama di sini. Sashiko adalah bentuk sulaman tangan Jepang yang telah ada sejak berabad-abad lalu di wilayah utara Jepang sebagai teknik untuk menambal dan memperkuat kain yang aus, khususnya di kalangan komunitas pertanian dan nelayan di kawasan Tōhoku. Teknik ini menggunakan jahitan lari kecil yang rata, secara tradisional dengan benang putih di atas kain indigo, untuk membentuk pola-pola geometris yang sekaligus memperkokoh tekstil dan menghadirkan lapisan tekstur visual. Pada sandal-sandal ini, setiap pasang mendapatkan jahitan sashiko sepenuhnya dengan tangan dari kolektif SASHIKO GALS, dan karena sulaman diterapkan satu per satu, bukan lewat templat atau proses mekanis, setiap pasang dalam rangkaian ini menjadi karya yang benar-benar unik. Variasinya bukan sekadar kosmetik; ia bersifat struktural. Tangan yang berbeda, kerapatan jahitan yang berbeda, hingga ketegangan benang yang berbeda pada tiap pasang membuat permukaan fisik setiap sandal betul-betul tak terulang.
Status one-of-a-kind itu menjadi inti dari apa yang KUON sebut sebagai filosofi panduan mereka: “mengubah waktu menjadi nilai.” Konsep ini memosisikan jam-jam kerja tangan terampil yang tertanam dalam tiap produk bukan sebagai biaya produksi yang harus ditekan, melainkan sebagai material itu sendiri. Jika kebanyakan kolaborasi footwear mengandalkan nilai dari keterbatasan jumlah, branding, atau eksklusivitas warna, rilisan ini justru menempatkan kelangkaannya pada kerja. Sandal-sandal ini terbatas karena proses sashiko berjalan lambat, karena setiap pasang menuntut perhatian individual dari tangan terlatih, dan karena waktu tersebut mustahil dipadatkan atau direplikasi secara massal.



















