Junya Watanabe MAN x New Balance Menghidupkan Kembali 574 "Lost Prototype"
Intip eksklusif rilisan kolaboratif terbaru dengan dua colorway, material nubuck premium, teknologi CCAP, dan konstruksi sol yang dibuat lebih tinggi.
Ringkasan
Junya Watanabe MAN berkolaborasi dengan New Balance untuk menghadirkan kembali siluet langka 574 “Lost Prototype”
Versi 2026 yang diperbarui ini tampil dengan konstruksi modern dan premium, menghadirkan upgrade struktural seperti bentuk toe yang lebih ramping dan sol lebih tinggi berteknologi CCAP
Model ini akan hadir dalam dua colorway yang versatile: "Light Grey" dan "Brown Beige"
Junya Watanabe MAN dan New Balance menelusuri kembali arsip sepatu mereka untuk menghidupkan salah satu bab desain paling terlupakan dalam sejarah brand lari ini: 574 “Lost Prototype.” Menggenggam selera global terhadap sneaker bernuansa heritage yang low-key, kolaborasi ini menyuntikkan sentuhan kemewahan kontemporer ke dalam siluet yang dengan mulus menjembatani DNA performa akhir ’80-an dan minimalisme gaya hidup awal ’90-an.
Awalnya diluncurkan sangat terbatas sebagai sneaker lifestyle pada 2017, desain “Lost Prototype” ini berangkat dari sebuah sampel “hantu” yang ditemukan jauh di dalam arsip New Balance. Secara historis, sepatu ini menandai fase eksperimental di antara peluncuranM576 pada 1988 dan versi final untuk konsumen dariM574 yang mendominasi awal 1990-an. Re-edisi terbaru ini menghadirkan penyempurnaan serius dari pendahulunya lewat racikan material lebih mewah yang memadukan overlay nubuck premium nan empuk dengan panel mesh terbuka yang breathable pada bagian vamp, lidah, dan kerah—konfigurasi klasik yang merayakan akar atletis New Balance sekaligus memanjakan selera premium.
Secara konstruksi, Lost Prototype terasa jauh lebih agresif dibanding 574 inline standar. Siluetnya direkayasa ulang dengan toe box yang tampak lebih ramping dan streamlined, plus unit sol yang lebih tinggi dan tegas. Untuk bantalan, midsole mengadopsi teknologi CCAP bernuansa retro yang menawarkan peredaman benturan optimal dan stabilitas struktur. Detail co-branded tersebar di berbagai bagian konstruksi, dengan bangga menonjolkanJUNYA WATANABE MAN yang tercetak jelas pada pull-tab belakang dan label tenun kustom di bagian lidah.
Sneaker yang pertama kali diperlihatkan secara eksklusif kepada Hypebeast saat Paris Fashion Week ini akan debut dalam dua colorway netral yang sangat versatile, dirancang untuk menjadi jangkar berbagai wardrobe. Opsi “Light Grey” merujuk pada heritage klasik sang brand, memadukan overlay nubuck abu-abu tua dengan mesh abu-abu muda beraksen kekuningan pada bagian underlay dan pull-tab belakang putih tegas. Sementara versi “Brown Beige” menawarkan nuansa yang lebih hangat dan earthy, dengan lapisan berbagai gradasi cokelat pasir pada bagian upper, lalu diberi twist lewat semburat oranye high-visibility yang bold di sisi lateral tumit midsole.



















