Kolaborasi BEAMS x Vans Segarkan Dua Ikon Lewat Era95 GORE-TEX dan Skool Era
Dua siluet klasik di-upgrade dengan teknologi baru dan perpaduan gaya hybrid yang fresh.
Nama: BEAMS x Vans Era95 GORE-TEX, BEAMS x Vans Skool Era
Warna: Black/True White
SKU: TBC
Harga ritel yang disarankan: ¥15.400 JPY (sekitar $95 USD), ¥21.450 JPY (sekitar $130 USD)
Tanggal rilis: 3 Juli
Tempat membeli: BEAMS
Vans dan BEAMS mengolah ulang dua arketipe kunci sang label skate lewat Era95 GORE-TEX dan Skool Era, kolaborasi dua model yang menafsirkan kembali siluet klasik dari sisi teknis sekaligus estetika desain. Koleksi ini memperlakukan katalog Vans sebagai titik awal eksplorasi alih-alih sekadar reissue, dengan menumpuk material baru pada satu model dan memadukan dua bahasa desain berbeda pada model lainnya.
Era95 GORE-TEX mengambil Era—salah satu model paling ikonik dari Vans—dan membangunnya ulang dengan basis bahan GORE-TEX dan sol Vibram. Siluet yang familiar tetap dipertahankan, namun pembaruan ini menambahkan fitur tahan air, sirkulasi udara yang lebih baik, dan cengkeraman yang lebih kuat, menjadikan sepatu ini siap menghadapi cuaca dalam desain yang awalnya tidak diciptakan untuk kondisi ekstrem. Era sendiri lahir pada 1976, dikembangkan dengan masukan dari skateboarder profesional Tony Alva dan Stacy Peralta, dan memperkenalkan kerah empuk untuk menopang pergelangan kaki—detail yang membuat sentuhan GORE-TEX terasa bukan sekadar gimmick, melainkan kelanjutan dari filosofi awal sepatu yang mengutamakan fungsi.
Skool Era mengambil jalur berbeda, memadukan dua model paling mudah dikenali dari Vans menjadi satu siluet hybrid. Bagian luar membawa side stripe khas Old Skool, sementara konstruksi dalam mengadopsi bentuk Era yang lebih minimal, membuat dua era desain berbeda hidup berdampingan dalam satu pasang sepatu. Old Skool sendiri debut pada 1977 dan menjadi model pertama Vans yang menampilkan side stripe tersebut, yang kini telah menjelma salah satu tanda visual paling ikonik brand ini. Menempatkan garis itu di atas profil Era yang bersih menjadikan Skool Era semacam studi tentang kontras—memasangkan elemen grafis yang kuat dengan siluet yang lebih senyap, alih-alih memilih hanya salah satunya.
Bersama-sama, kedua model ini menempatkan kolaborasi tersebut sebagai sebuah latihan mengelola warisan: menjaga bahasa desain khas Vans tetap utuh sembari menemukan cara-cara baru untuk menyegarkan fungsi dan presentasinya bagi audiens masa kini.



















