'Michael' Resmi Geser 'Bohemian Rhapsody' Jadi Film Biopik Musik Terlaris Sepanjang Masa
Film biopik ini mencetak rekor bersejarah dengan pendapatan box office global US$911,9 juta.
Ringkasan
-
Film biopik Michael secara resmi memecahkan rekor sebagai film biopik musik dengan capaian pendapatan tertinggi dalam sejarah perfilman
-
Dengan meraup pendapatan box office global sebesar US$911,9 juta, film ini berhasil melampaui tonggak fantastis yang sebelumnya dipegang oleh Bohemian Rhapsody
-
Proyek sinematik ini terus menunjukkan daya tahan luar biasa di layar bioskop, baik di pasar domestik maupun internasional
Film biopik Michael Jackson yang sangat dinantikan, Michael secara resmi telah menyalip Bohemian Rhapsody dan menjadi film biopik musik dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa. Menurut laporan box office, film ini telah meraih pencapaian historis sebesar US$911,9 juta di seluruh dunia, mengukuhkan posisinya di puncak sinema musikal.
Tonggak monumental ini menandai kemenangan komersial besar bagi film tersebut, yang menunjukkan daya tahan luar biasa di box office dengan terus menarik penonton dalam jumlah masif di seluruh dunia. Hanya di Amerika Utara saja, produksi ini dengan mudah melampaui ambang pendapatan US$240 juta dan terus menanjak secara stabil. Performa domestik yang sangat kuat ini membuat film tersebut mampu melampaui rekor regional sebelumnya milik Bohemian Rhapsody di kawasan tersebut, sekaligus menetapkan standar emas baru bagi genre film biopik musik di wilayah itu.
Jejak internasional film ini sama dominannya, menghasilkan torehan box office yang sangat kuat di berbagai kawasan luar negeri utama. Dengan deretan penayangan yang konsisten meraup jutaan dolar, Michael secara perlahan namun pasti terus menembus berbagai rekor industri yang telah lama bertahan sejak pertama kali dirilis. Momentum berkelanjutan dari film ini menegaskan daya tarik global warisan sang King of Pop yang tak pernah surut, dengan analisis industri menunjukkan bahwa total performa teatrikalnya masih berada di jalur kuat untuk menantang ambang prestisius US$1 miliar sebelum menutup rangkaian penayangan globalnya.



















