Drama Chrome Hearts vs. Nordstrom & Prada Luncurkan Spacesuit Lunar NASA di Rangkuman Kabar Fashion Terpanas Minggu Ini
Tetap ter-update dengan tren dan berita terbaru dunia fashion.
Ringkasan
-
Industri mode berduka atas wafatnya sang legenda busana pria, Nigel Cabourn
-
Prada merancang spacesuit lunar untuk NASA, Coach dan Brain Dead melansir koleksi bertema taman hiburan, dan ESSX membuka pop-up di Hamptons.
-
Chrome Hearts menggugat Nordstrom atas motif salib yang telah terdaftar sebagai merek dagang, sementara Tremaine Emory merilis koleksi tas perdana Denim Tears.
Chrome Hearts Gugat Nordstrom atas Pelanggaran Merek Dagang Motif Salib Ikonis
Pada 4 Juni, rumah mode mewah asal Los Angeles, Chrome Hearts, mengajukan gugatan terhadap raksasa ritel Nordstrom di California dengan tuduhan pelanggaran merek dagang dan pemalsuan. Perseteruan hukum ini berpusat pada penjualan perhiasan dan ikat pinggang oleh Nordstrom yang diduga mereplikasi motif desain khas CH Cross dan CH Plus milik Chrome Hearts. Label mewah tersebut menegaskan bahwa puluhan tahun konsistensi branding, dukungan selebritas, dan kampanye iklan besar-besaran telah menjadikan salib heavy-metal ini penanda yang langsung dikenali sebagai identitas merek mereka. Gugatan ini menyentuh lapisan kompleks kekayaan intelektual seputar simbol-simbol yang sudah ada seperti salib, dan mempertanyakan di mana batas hukum ditarik antara dekorasi ornamental generik dan merek dagang yang layak dilindungi.
Astronaut Misi Artemis IV NASA Akan Mengenakan Prada dan Axiom Space ke Bulan
Prada dan Axiom Space secara resmi memperkenalkan Liquid Cooling and Ventilation Garment (LCVG) untuk misi bulan NASA Artemis IV mendatang. Berfungsi sebagai lapisan dalam dari spacesuit Axiom Extravehicular Mobility Unit, setelan inovatif ini mampu menahan panas metabolik ekstrem saat spacewalk hingga delapan jam. Dengan teknik rajut rekayasa dan serat khusus yang tangguh, keahlian sains material Prada dirancang untuk pemakaian berulang di ruang angkasa dalam. Teknologi intinya adalah rangkaian pendingin canggih yang secara terus-menerus memompa air melewati kelompok otot utama dan menyalurkan oksigen segar ke pemakai. Kolaborasi lintas industri yang tak terduga ini menunjukkan bagaimana kemampuan fashion mewah dalam 3D modeling dan tekstil berperforma tinggi dapat memainkan peran integral dalam rekayasa dirgantara.
Desainer Busana Pria Legendaris Nigel Cabourn Wafat di Usia 77 Tahun
Pada 11 Juni, dunia mode berduka atas kepergian desainer Inggris terkemuka Nigel Cabourn, yang wafat pada usia 77 tahun. Dikenal karena dedikasinya yang kuat terhadap craftsmanship heritage, pakaian militer, dan workwear fungsional, Cabourn membangun warisan gaya yang sarat makna, melampaui siklus tren sesaat. Arsip pribadi miliknya yang tiada tanding berisi lebih dari 4.000 potongan vintage menjadi rujukan bagi lini Authentic, Main Line, dan koleksi Lybro yang begitu dipuja. Alih-alih mengejar tangga kemewahan, sang desainer justru menumbuhkan basis penggemar kultus global yang sangat militan, lewat kolaborasi dengan nama-nama besar seperti Converse dan Red Wing. Dengan dungarees khas dan energinya yang penuh sukacita, Cabourn secara fundamental membentuk estetika utilitarian modern.
Tas Denim Tears Selalu Ada dalam Blueprint Kreatif Tremaine Emory
Tremaine Emory memperluas semesta Denim Tears dengan koleksi tas in-line perdana brand tersebut untuk SS26. Menghadirkan motif Cotton Wreath khas label ini ke ranah aksesori mewah, koleksi yang dirilis pada 12 Juni itu menawarkan siluet sangat adaptif dalam material kanvas katun heavy-duty dan kulit soft grain. Dibanderol antara $390 hingga $590 USD, varian kulit dari tas-tas ini dilengkapi kancing samping cerdik yang memungkinkan bentuknya bertransformasi mulus dari struktur kokoh menjadi tote yang lapang. Emory mengibaratkan koleksi ini seperti melengkapi interior rumah, menegaskan bahwa produk kulit selalu menjadi bagian dari visi jangka panjangnya.
ESSX Membawa Energi Downtown NYC ke East Hampton Sepanjang Musim Panas
Konsep store Lower East Side, ESSX, membawa sensibilitas downtown-nya ke tepi pantai dengan meluncurkan pop-up musiman berskala besar di 53 The Circle, East Hampton. Beroperasi hingga Oktober 2026, ruang ritel sementara ini sukses memindahkan energi komunitas dari flagship Manhattan mereka langsung ke Long Island. Para shopper dimanjakan dengan deretan brand hasil kurasi ketat, termasuk nama-nama besar seperti Maison Margiela, Acne Studios, Our Legacy, dan Willy Chavarria. Tak sekadar menjual busana mewah eksklusif, ESSX menjaga ketajaman kulturalnya lewat rangkaian aktivasi bergilir dan program kreatif. Dengan menguji formula avant-garde-nya pada publik Hamptons yang makmur namun berirama lebih lambat, ESSX menghadirkan alternatif ritel pesisir yang mutakhir dibandingkan pakem tradisional.
Stuart Vevers tentang Menciptakan Dunia Penuh Rasa Ingin Tahu, Nostalgia, dan Permainan bersama Kyle Ng
Duet tak terduga Coach x Brain Dead merilis koleksi kolaborasi yang menangkap karakter vibrant street style Harajuku di akhir era 90-an. Creative Director Coach, Stuart Vevers, berkolaborasi dengan Kyle Ng dari Brain Dead untuk menciptakan tas super kustomizable yang dipenuhi charms, pin, dan patch bernuansa nostalgia. Terinspirasi dari majalah legendaris Tokyo, FRUiTSmagazine, duo ini merancang merchandise untuk sebuah taman hiburan fiksi. Mereka menghidupkan lanskap mimpi tersebut di New York lewat presentasi imersif bernuansa karnaval yang berpuncak pada runway show flashmob mendadak. Vevers menekankan bahwa koleksi ini bertumpu pada keterikatan emosional dan energi subkultur, mendorong pemakainya untuk menambahkan kisah pribadi dan bekas pakai yang tampak jelas pada tiap potongannya.



















