Dompet Siap ke Florida? Bos Take-Two Tanggapi Gosip Harga ‘GTA VI’ US$100
Strauss Zelnick angkat bicara soal biaya mahakarya Rockstar bernilai US$2 miliar ini, menjanjikan ‘GTA VI’ akan tetap menawarkan nilai yang “adil” untuk para fans.
Ringkasan
- CEO Take-Two Interactive Strauss Zelnick menanggapi spekulasi yang terus bergulir soal kemungkinan kenaikan harga besar-besaran untuk Grand Theft Auto VI
- Rumor yang beredar menyebutkan harga awal US$100 untuk edisi standar game tersebut, yang memicu perdebatan luas di kalangan komunitas gaming.
- Zelnick menegaskan bahwa perusahaan berfokus menghadirkan “nilai luar biasa” sembari mengakui kian melonjaknya biaya pengembangan game triple-A.
CEO Take-Two Interactive Strauss Zelnick secara resmi menanggapi spekulasi panas seputar kemungkinan harga ritel dari Grand Theft Auto VI.
Sebagai perilisan hiburan paling dinantikan dalam sejarah, GTA VI telah menjadi sasaran beragam bocoran dan spekulasi ekonomi, terutama rumor label harga US$100 untuk edisi standar. Mengingat skala epik terbaru Rockstar Games bernuansa Florida yang benar-benar di luar pakem — dengan biaya pengembangan yang kabarnya menembus lebih dari US$2 miliar — banyak penggemar khawatir Take-Two akan menjadi yang pertama menembus batas harga tiga digit untuk sebuah game edisi standar.
Menanggapi kekhawatiran ini dalam panggilan laporan keuangan terbaru, Zelnick tetap enggan menyebut angka pasti, namun memaparkan filosofi harga brand tersebut. “Konsumen membayar atas nilai yang kita berikan, dan tugas kami adalah mematok harga yang jauh, jauh, jauh di bawah nilai yang mereka dapat,” ujarnya kepada IGN. “Perasaan Anda terhadap sesuatu yang dibeli adalah titik temu antara kualitas barang itu sendiri dan harga yang Anda bayarkan. Konsumen harus merasa produk itu luar biasa dan harga yang dikenakan terasa sepadan dengan apa yang mereka dapatkan.”
“Kalau dilihat dari kacamata itu, memang terasa kurang masuk akal. Tapi itu bukan sudut pandang yang kami pakai. Sebaliknya, kami melihat pada…bagaimana kami bisa menghadirkan sesuatu yang spektakuler, dan bagaimana memastikan harga yang dibayar orang terasa sangat wajar,” lanjutnya. Meski tidak sepenuhnya membantah rumor harga US$100, komentarnya menyoroti dinamika antara kebutuhan menutup biaya produksi raksasa dan menjaga aksesibilitas bagi audiens global yang sudah menanti lebih dari satu dekade untuk bab terbaru dari franchise legendaris ini.
Zelnick menambahkan, “Yang kami pikirkan adalah menciptakan karya hiburan paling spektakuler di Bumi, sepanjang sejarah — dan itu tantangan yang sangat besar. Jika kami berhasil dan benar-benar melayani pelanggan kami, maka hasil manisnya akan mengikuti dengan sendirinya.”
Grand Theft Auto VI saat ini dijadwalkan rilis pada 19 November untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X|S.



















