Pilihan Sony 2026 untuk Foto Terbaik di Dunia
Plus deretan proyek favorit kami dari para pemenang World Photography Award tahun ini.
Ringkasan
- Sony mengumumkan para pemenang World Photography Awards 2026
- Deretan nama yang paling mencuri perhatian antara lain Citlali Fabián (Photographer of the Year), Elle Leontiev (Open Photographer of the Year), Jubair Ahmed Arnob (Student Photographer of the Year), dan Philip Kangas (Youth Photographer of the Year)
Para pemenang tahun ini’s Sony World Photography Awards telah resmi diumumkan. Para jawara 2026 terpilih dari lebih dari 430.000 foto yang dikirim dari 200 negara dan teritori, dan jajaran finalisnya merepresentasikan yang terbaik, dari peserta di bawah 19’s hingga fotografer profesional, dalam sebuah perayaan visual menakjubkan atas ragam wajah kemanusiaan’s yang begitu kaya dan berlapis.
Citlali Fabián berhasil membawa pulang gelar Photographer of the Year, penghargaan tertinggi kompetisi’s ini, berkat seri karyanya berjudul “Bilha, Stories of my Sisters.” Menggabungkan ilustrasi digital dan fotografi potret, seri ini menjadi sebuah ode bagi para perempuan dari komunitas adat Yalalteca di Meksiko selatan, menyoroti capaian dan pengalaman mereka, dengan harapan mampu menginspirasi generasi berikutnya.
Pemenang utama lain termasuk fotografer asal Australia, Elle Leontiev, yang mengamankan kemenangan di kategori Open lewat karya berjudul “The Barefoot Volcanologist,” serta Student Photographer of the Year, Jubai Ahmed Arnob dari Bangladesh, melalui studi lanskap bernuansa surealis dan melankolis di tengah lenyapnya ruang oleh urbanisasi dalam karya “The Place Where I Used to Play.” Sementara itu, Philip Kangas dari Swedia mengambil alih panggung di kategori Youth berkat jepretan bergaya jurnalistik yang menangkap momen petugas pemadam menyelamatkan sebuah lukisan dari kebakaran di Royal Academy of Fine Arts, Stockholm’.
Di luar para jawara utama, komposisi yang menggetarkan dan adegan hening nan menyentuh juga mencuri perhatian di seluruh kompetisi. Kisah-kisah ini mencakup pemenang Documentary Project’s, Santiago Mesa, dengan penelusurannya terhadap para petani koka, serta Todd Antony’s rangkaian foto tentang olahraga berkuda kuno di Tajikistan’, buzkashi, yang mengantarkannya menang di kategori Sports. Sebuah tangkapan sinematik di pagi hari tentang para nelayan muda Myanmar’ karya Kyaw Zayar Lin, dan potret duo hitam-putih bergaya editorial karya Obaroh Oghenemairo, yang masing-masing meraih National Awards untuk Myanmar dan Nigeria, juga jangan sampai’ Anda lewatkan.
Lebih dari 300 karya pemenang dan finalis dari kompetisi ini kini dipamerkan di Somerset House, London’ hingga 4 Mei. Kunjungi ’s website untuk menjelajahi galeri secara langsung dan mencari tahu lebih jauh cara mengikuti kompetisi tahun depan’s.
Somerset House
Strand,
London WC2R 1LA,
United Kingdom



















