Stone Island Hadir Dukung Earl Sweatshirt, MIKE, dan SURF GANG di Proyek ‘POMPEII / UTILITY’
Menggelar rangkaian listening party, merilis piringan hitam edisi spesial, dan menghadirkan panel intim untuk merayakan debut kolaborasi trio ini.
Stone Island sejak awal selalu menjajarkan etos mereknya dengan dunia musik. Dalam setahun terakhir, label asal Italia ini kian memantapkan kedekatannya dengan skena musik, baik lewat kolaborasi dengan para musisi – Dave, misalnya – untuk kurasi wardrobe dan desain kustom, dan yang paling menonjol, mengangkat unit Stone Island Sound kian vokal dalam percakapan industri.
Setelah setahun menggelar listening party dan DJ set yang sukses, plus baru saja mengadakan acara in-store bersama Apple Music saat Miami Music Week, Stone Island kini memosisikan diri di jantung rap underground, dengan cara memberi penghormatan pada generasi lama sekaligus gelombang baru di skena tersebut. Stone Island Sound memilih untuk mengusung album kolaborasi perdana Earl Sweatshirt dan MIKE yang sangat dinanti, diproduksi oleh SURF GANG, berjudul POMPEII/UTILITY – dan bukan sekadar dengan cara pasif, menunjukkan dukungan di media sosial saja.
Menjadikan Stone Island Sound sebagai medium akses yang lebih inklusif, label ini membawa album tersebut langsung ke publik lewat rangkaian listening party intim dan sesi Q&A untuk merayakan perilisan. Hanya berlangsung di tiga kota – Los Angeles, New York City, dan London – listening party ini sama sekali bukan acara yang penuh sesak. Sebaliknya, tiap event gratis untuk para penggemar ini diadakan di flagship store Stone Island di masing-masing kota, dengan sistem siapa cepat dia dapat, hanya sekitar 70 orang maksimal yang diizinkan masuk ke area “listening room” di dalam store.
Satu set DJ dari SURF GANG membuka acara, dengan Harrison, evilgiane, dan Eera di balik deck sebelum sesi Q&A dimulai. giane, Harrison, Earl, dan MIKE duduk bersama tim Stone Island serta Sharif Farrag – seniman visual di balik cover art proyek ini – untuk menjawab langsung pertanyaan dari para audiens.
Belum lagi, setiap tamu yang hadir juga mendapatkan rilisan edisi terbatas Stone Island berupa vinil POMPEII / UTILITY secara cuma-cuma saat memasuki venue.
Dengan merangkaikan dirinya dengan perilisan POMPEII / UTILITY, Stone Island menegaskan bahwa mereka bukan sekadar peka terhadap zeitgeist musik yang terus bergerak, tetapi secara khusus juga menjadi pendukung garis depan bagi seni di skena underground.
Intip piringan hitam edisi terbatasnya di atas dan nantikan listening party berikutnya yang akan digelar besok malam, 3 April, di London.



















