Pop-up Perdana NÒMARHYTHM TEXTILE di Hong Kong Resmi Hadir di BELOWGROUND
Para founder Masako Noguchi dan Takuma Sasaki mengulas pendekatan multidisipliner mereka terhadap tekstil, koleksi keramik eksklusif, dan cara mereka mendorong batas desain kontemporer.
NÒMARHYTHM TEXTILE dan BELOWGROUND resmi berkolaborasi menghadirkan pop-up store perdana label asal Tokyo ini di Hong Kong. Didirikan pada 2005 oleh Masako Noguchi dan Takuma Sasaki, label—sebelumnya dikenal sebagai NOMA t.d.—ini menembus batas-batas fesyen konvensional dengan menerapkan tekstil rumit bergambar tangan ke busana, interior, dan karya seni. Aktivasi yang akan digelar ini menjadi manifestasi fisik dari filosofi desain global duo tersebut, menjembatani akar Jepang mereka dengan teknik kain spesialis yang digarap di berbagai pusat kreatif internasional seperti India dan Eropa.
Pop-up BELOWGROUND menyorot kuat motif khas “Draw your garden”, pola floral berulang yang terinspirasi dari bandana dan secara sengaja menentang siklus fesyen musiman yang serba standar. Alih-alih mengganti desain tiap musim, Noguchi dan Sasaki terus-menerus menafsirkan ulang print tersebut lewat palet warna baru, pilihan kain berbeda, dan berbagai cara aplikasi. Pendekatan ini dipertegas lewat sebuah karya tekstil multi-layer yang dihadirkan khusus di pop-up, berfungsi layaknya selimut tradisional yang secara harfiah “menjahit” musim-musim lampau dan memori bersama melalui teknik pewarnaan yang khas dan pengerjaan tangan yang intens. Noguchi—yang awalnya mempelajari desain produk dan interior di Tokyo sebelum memperdalam tekstil di London—mengaitkan visi luas label ini dengan latar belakangnya yang beragam. “Tekstil itu tak berbatas. Tidak harus jadi fesyen. Bisa jadi seni. Interior, bahkan sampai untuk mobil,” jelas Noguchi. Cara pandang ini secara alami mengarahkannya bermitra dengan Sasaki, mantan pemain sepak bola yang berbagi hasrat mendalam terhadap industri fesyen. Saat membahas print signature brand, Noguchi menegaskan bahwa karya mereka tidak dimaksudkan sekadar merepresentasikan lanskap Jepang, melainkan ekspresi seni yang bersifat universal. “Kami ingin bekerja dengan tekstil di luar Jepang juga. Karena itu kami berkarya di India, kadang di Eropa,” ujarnya. Menolak ritme cepat tren musiman, Noguchi menegaskan etos inti label, “Kami percaya desain yang baik harus berumur panjang dan setiap tekstil pun harus berumur panjang.” Dengan menolak dikotakkan semata sebagai desainer fesyen atau seniman, keduanya memastikan ritme kreatif mereka tetap tak berbatas.
Tak hanya busana, ruang ini juga menampilkan deretan objek gaya hidup, mulai dari bantal custom hingga pilihan langka keramik eksklusif. Diproduksi bersama seorang perajin keramik maestro yang menjadi mitra kreatif mereka, karya-karya tanah liat non-tradisional ini hanya dikembangkan tiap beberapa tahun sekali, mencerminkan penolakan para pendiri untuk dibatasi oleh kategorisasi baku industri. Dengan memperlakukan tanah liat dengan kesungguhan yang sama seperti kain tenun, para kreator memastikan ritme artistik dan narasi mereka tetap konsisten di setiap medium yang mereka sentuh.
NÒMARHYTHM TEXTILE kini hadir di BELOWGROUND, Hong Kong hingga 19 April.
BELOWGROUND
Basement, Landmark Atrium
15 Queen’s Road Central
Central, Hong Kong



















