Nike dan Phaidon Press Abadikan Legenda Lapangan dalam Buku ‘Nike Football Boots’
Hardcover 240 halaman yang mengulas secara mendalam material, desain, dan evolusi struktural dari lini sepatu bola paling ikonis milik brand ini.
Ringkasan
- Nike dan Phaidon Press berkolaborasi menghadirkan arsip hardcover definitif setebal 240 halaman
- Buku ini mengupas empat lini sepatu yang mendefinisikan era, termasuk Tiempo dan Mercurial
- Penulis pemenang penghargaan, Caleb Azumah Nelson, menyumbangkan esai-esai pencerah tentang kultur sepak bola
Nike dan Phaidon Press secara resmi memperkenalkan Nike Football Boots, sebuah volume komprehensif terbaru yang mendokumentasikan sejarah luar biasa sepatu lapangan ikonis berlambang Swoosh. Dari siluet kulit hitam polos era 1970-an — sepatu pertama yang menampilkan Swoosh legendaris — hingga inovasi futuristis bak era antariksa yang dikenakan para bintang masa kini, buku hardcover 240 halaman ini hadir sebagai penghormatan yang sarat visual bagi the beautiful game dan deretan sepatu legendaris yang menghidupkannya.
Secara struktur, publikasi ini membentang garis waktunya dalam empat bab khusus, masing-masing mengulik satu lini produk inti yang merangkum etos desain brand di eranya. Pembaca diajak menyusuri anatomi kulit klasik Tiempo (pertama kali dirilis pada 1984), kelincahan super-ringan hasil rekayasa kecepatan ala Mercurial, konstruksi yang mengutamakan kekuatan tendangan khas Total 90, hingga inovasi modern dari Phantom. Buku ini juga menyelami mitologi di balik setiap sepatu dan para atlet legendaris yang mengabadikannya, termasuk penyerang Brasil Ronaldo, Cristiano Ronaldo, Kylian Mbappé, dan Megan Rapinoe, yang dengan bangga mengenakan Phantom di laga terakhirnya.
Untuk menghadirkan perspektif menyeluruh tentang kultur lintas ranah ini, publikasi tersebut menggandeng deretan kontributor papan atas. Penulis pemenang penghargaan Caleb Azumah Nelson merangkum magis nostalgia skena sepak bola di tenggara London lewat esai-esai reflektif, sementara sejarawan London College of Fashion, Thomas Turner, membedah detail perubahan material dan desain. Melengkapi eksplorasi mendalam ini, terdapat sisipan khusus 12 halaman berlapis kilap yang berperan sebagai ruang boot Department of Nike Archives versi ultimatif, menampilkan setiap model sejak 1971 hingga hari ini.
Selama berdekade-dekade, lapangan sepak bola menjadi ajang uji coba untuk sejumlah terobosan teknologi dan estetika paling berani dari Nike. Para penggemar setia brand ini tahu bahwa jejak budaya dari sepatu-sepatu tersebut melampaui batas stadion. Siluet seperti Total 90 bukan hanya mengutamakan kekuatan tendangan bagi para penyerang terbaik masanya, tapi juga melahirkan bahasa desain awal 2000-an yang berani dan nyeleneh, yang kemudian merembes ke ranah streetwear dan baru-baru ini dihidupkan kembali sebagai lini sportswear gaya hidup.
Buku Nike Football Boots kini sudah tersedia melalui webstore Phaidon dan gerai-gerai ritel pilihan.



















