J. Cole Resmi Gabung Nanjing Monkey Kings di Chinese Basketball Association
Rapper peraih Grammy ini memulai petualangan basket luar negeri ketiganya, kembali menyatukan dua passion besarnya: musik dan bola basket.
Ringkasan
- Rapper peraih Grammy J. Cole resmi meneken kontrak sebagai pebasket profesional dengan Nanjing Monkey Kings yang berlaga di Chinese Basketball Association (CBA).
- Langkah musisi berusia 41 tahun ini menandai petualangan ketiganya di liga basket profesional, setelah sebelumnya sempat tampil di Afrika dan Kanada.
- Kabar olahraga ini datang hanya berselang beberapa bulan dari perilisan album terbarunya yang begitu dinantikan, The Fall-Off
J. Cole resmi membawa bakatnya ke China. Rapper multi-platinum peraih Grammy ini telah menandatangani kontrak basket profesional dengan Nanjing Monkey Kings yang berlaga di Chinese Basketball Association (CBA). Mengonfirmasi laporan yang pertama kali diungkap oleh ESPN’s Shams Charania, Cole berkomitmen turun ke lapangan bersama tim China tersebut untuk menepati janji yang ia buat kepada organisasi itu tahun lalu.
Kontrak terbarunya ini menandai langkah formal ketiganya di kancah basket profesional. Sebelumnya, Cole sempat memperkuat Rwanda Patriots pada musim perdana Basketball Africa League (BAL) tahun 2021. Setahun kemudian, ia bergabung dengan Scarborough Shooting Stars di Canadian Elite Basketball League (CEBL), di mana ia terus menunjukkan kecintaannya yang mengakar pada olahraga ini sebelum mundur untuk memenuhi jadwal tur musiknya.
Mengenai ambisinya yang tak meredup di dunia basket, Cole berbicara blak-blakan dalam sebuah wawancara terbaru di podcast Talk with Flee. “Basket ini buat saya seperti mencoba menggaruk gatal terakhir, saya ingin tahu apakah saya benar-benar masih bisa,” jelasnya, seraya mengakui bahwa meski tim-tim internasional sangat diuntungkan oleh sorotan besar yang ia bawa, ia sungguh ingin menguji kemampuannya di lapangan. “Saya melihat waktu dan berpikir, wah, saya makin tua. Ini mungkin kesempatan terakhir saya. Saya akan memegang janji kepada mereka, datang, dan main di beberapa pertandingan.”
CBA secara luas dipandang sebagai salah satu liga basket profesional papan atas di Asia, yang kerap menjadi rumah bagi mantan bintang NBA dan atlet internasional kelas elite. Meski Cole mengakui dirinya mungkin belum dalam kondisi permainan terbaik karena tengah fokus pada musik, dedikasinya pada basket terus mengaburkan batas antara hiburan global dan daya juang atletik.
Langkah crossover ke dunia basket ini hadir di tengah tahun yang sangat besar bagi sang musisi, tak lama setelah perilisan album studio terbarunya yang sangat dinantikan pada Februari lalu, The Fall-Off.



















