Patung Tiup Absurd Rong Bao yang Aneh tapi Bikin Santai

Seniman berbasis London ini mengajak kita masuk ke dunia sureal yang main-main dan absurd.

Seni
555 0 Komentar
Save

Rong Bao membesarkan absurditas kehidupan kontemporer sampai mustahil diabaikan. Seniman yang bermarkas di London ini ‘melubangi’ fasad produktivitas lewat instalasi bernuansa alien dan patung kinetik, menciptakan taman bermain pemberontakan sensorik di sela-sela zona nyaman.

Awalnya terlatih di ranah lukis dan gambar, Bao baru benar-benar masuk ke dunia patung saat kuliah. Ia mempelajari Public Sculpture di China Academy of Art, lalu melanjutkan ke School at the Art Institute of Chicago. Usai masa tinggalnya di Amerika Serikat, ia pindah ke London untuk menempuh MA di Royal College of Art. Setahun setelah lulus, di usia baru 28 tahun, ia mengamankan pameran tunggal perdananya di Saatchi Gallery, menorehkan sejarah sebagai perempuan Tiongkok pertama yang menggelar solo show di institusi tersebut.

Karya Bao berdiam di wilayah perbatasan antara kelembutan dan humor, absurditas dan empati. Ia berkarya dengan kendali yang mantap sekaligus penuh kehati-hatian. “Soft sculpture” buatannya, yang terasa begitu hidup, mengajak kita dengan ringan mengacak-acak rutinitas yang sudah membuat kita mati rasa: konsumsi berlebihan, hiper-efisiensi, dan hasrat akan kecepatan tanpa henti yang menghantui keseharian.

Kami menyambangi Bao di studionya untuk mengulik lebih jauh perjalanan kreatif dan soft power-nya, dalam konteks seni patung.

“Karya patung berikutnya akan selalu jadi favorit saya.”

Bagaimana kamu menggambarkan praktik berkaryamu?
Aku bekerja dengan patung, ruang, dan tubuh untuk menciptakan pengalaman sensorik yang bergerak di antara kelincahan bermain dan rasa tidak nyaman.

Dari mana biasanya kamu menemukan inspirasi?
Dari sistem-sistem keseharian, ruang publik, dan cara kita tanpa sadar mengikuti aturan-aturan yang tertanam dalam masyarakat hari ini.

Apa kisah awal di balik gaya karyamu?
Aku tidak secara sadar memilih satu gaya tertentu — gaya itu perlahan muncul lewat repetisi, kesalahan, dan dengan mendengarkan reaksi orang-orang terhadap karyaku.

Ceritakan kisah di balik karya patung pertamamu.
Patung pertama yang kubuat adalah saat kuliah, sekitar tahun 2016. Waktu itu kami sedang belajar tentang bentuk tubuh manusia, tulang, dan otot, jadi karyanya berupa kepala figur tradisional dari tanah liat.


“Aku tertarik menciptakan situasi di mana orang bisa merasakan lebih dulu, baru berpikir kemudian.”

Apakah kamu punya karya patung favorit?
Karya patung berikutnya akan selalu jadi favoritku.

Hal apa tentang dirimu yang mungkin akan mengejutkan para penikmat karyamu?
Banyak orang mungkin hanya mengenal karya-karyaku belakangan ini: penuh warna, minimal, agak abstrak dan kontemporer. Padahal, sejak sangat muda aku justru dilatih dengan disiplin ketat dalam lukisan cat minyak dan gambar klasik.

Bisa ceritakan proses lahirnya sebuah karya, dari ide sampai terpasang sebagai instalasi?
Biasanya aku mulai dari sketsa dan model digital. Lalu aku menguji material dalam ukuran kecil, sebelum mencari fabrikator yang bisa membantuku mewujudkannya dalam skala penuh. Kadang ada karya yang bisa selesai sangat cepat, tapi ada juga proyek yang bisa memakan waktu lebih dari setahun — benar-benar tergantung kasus per kasus.

Menurutmu, apa fungsi seni?
Menurutku, seni tidak perlu menjelaskan dirinya secara tuntas. Aku lebih tertarik menciptakan situasi di mana orang bisa merasakan lebih dulu, baru berpikir kemudian.

Kamu membuat karya untuk dirimu sendiri atau untuk orang lain?
Keduanya. Biasanya semua berawal dari percikan kecil untuk diri sendiri. Tapi karyaku baru terasa lengkap ketika sudah dialami langsung oleh penonton.

Baca Artikel Lengkap

Baca Berikutnya

BAO Rayakan Year of the Horse dengan Menu Spesial “Dark Horse” Edisi Terbatas
Kuliner

BAO Rayakan Year of the Horse dengan Menu Spesial “Dark Horse” Edisi Terbatas

Tersedia di seluruh cabang BAO, dilengkapi graphic tee spesial Lunar New Year sebagai merch eksklusif.

Saatnya Santai: BALMUDA Luncurkan “The Clock” dengan Soundscape Bawaan
Jam Tangan

Saatnya Santai: BALMUDA Luncurkan “The Clock” dengan Soundscape Bawaan

Dibentuk dari aluminium solid, penunjuk waktu ringkas ini mengganti jarum tradisional dengan tampilan cahaya yang inovatif dan audio stereo imersif.

Di Balik Beat Viral: Creepy Nuts soal Anime, Ambisi, dan Seni Bikin Kejutan
Musik

Di Balik Beat Viral: Creepy Nuts soal Anime, Ambisi, dan Seni Bikin Kejutan

Hypebeast berbincang dengan duo hip-hop Jepang tersebut di konser solo perdana mereka di Hong Kong.


Taman Patung “sister dreamer” Karya Lauren Halsey, Surat Cinta untuk South Central LA
Seni

Taman Patung “sister dreamer” Karya Lauren Halsey, Surat Cinta untuk South Central LA

Berlokasi tepat di blok tempat ia dibesarkan.

Onitsuka Tiger x Versace TAI-CHI Sakura: Perpaduan Sleeker antara Sandal dan Sneaker
Footwear

Onitsuka Tiger x Versace TAI-CHI Sakura: Perpaduan Sleeker antara Sandal dan Sneaker

Memadukan keahlian Italia dan Jepang, siluet low-cut ber-sol ramping ini dibuat langsung di pabrik Onitsuka Tiger di Jepang.

Dengan Co-Sign dari Doechii sampai Denzel Washington, Samara Cyn Masuk Jalur Baru dengan Sound Segar di ‘DETOUR’
Musik

Dengan Co-Sign dari Doechii sampai Denzel Washington, Samara Cyn Masuk Jalur Baru dengan Sound Segar di ‘DETOUR’

Berbekal co-sign dari para legenda sebelum dirinya, Cyn bisa jadi memang “favorite artist dari artis favoritmu.”

Matthew M. Williams Resmi Diangkat Jadi Creative Director Baru Oakley
Fashion

Matthew M. Williams Resmi Diangkat Jadi Creative Director Baru Oakley

Mantan desainer Givenchy ini akan memimpin lini apparel, footwear, dan aksesori Oakley bersama chief visionary officer Travis Scott.

Blow Jams Lovebar Resmi Buka di Senopati
Hiburan

Blow Jams Lovebar Resmi Buka di Senopati

“Less noise, more feelings”

Nike Tambah Warna “Pearl Pink” ke Lini Mule The Mind 001
Footwear

Nike Tambah Warna “Pearl Pink” ke Lini Mule The Mind 001

Slip-on bernuansa neuroscience ini hadir dalam warna pastel eksklusif untuk perempuan.

Engineered Garments dan GU Kembali Berkolaborasi untuk Koleksi Spring/Summer 2026
Fashion

Engineered Garments dan GU Kembali Berkolaborasi untuk Koleksi Spring/Summer 2026

Kolaborasi kedua ini mengusung tema “New American Riviera” dengan sentuhan resort wear kekinian.


Nike SB Rilis Foto Resmi SB Air Force 1 Low “Triple Black”
Footwear

Nike SB Rilis Foto Resmi SB Air Force 1 Low “Triple Black”

Siluet klasik ini hadir dengan pembaruan suede yang siap diajak nge-skate.

Nike Rayakan Sejarah dengan LeBron 23 Elite “For the Record”
Footwear

Nike Rayakan Sejarah dengan LeBron 23 Elite “For the Record”

Tonggak rekor poin sepanjang masa The King di NBA diabadikan lewat rilisan terbaru ini.

Kolaborasi Engineered Garments dan Suicoke Hadirkan Duo Strap Wingtip Shoes Stylish
Footwear

Kolaborasi Engineered Garments dan Suicoke Hadirkan Duo Strap Wingtip Shoes Stylish

Siluet kolaboratif ini memadukan detail tailoring klasik dengan kenyamanan modern ala slip-on.

Keluarga Pop Smoke Kenang Warisan Sang Rapper Lewat Kedai Kopi Baru di Brooklyn
Kuliner

Keluarga Pop Smoke Kenang Warisan Sang Rapper Lewat Kedai Kopi Baru di Brooklyn

Pop’s Place siap dibuka di kawasan Canarsie.

sacai Persembahkan Koleksi Kapsul SS26 untuk Mengenang Aaliyah
Fashion

sacai Persembahkan Koleksi Kapsul SS26 untuk Mengenang Aaliyah

Label asal Jepang ini memberi penghormatan pada mendiang ikon R&B Aaliyah lewat lini baru busana uniseks.

Aimé Leon Dore Rilis Kolaborasi New Balance Made in USA 1300 Bersamaan dengan SS26 Delivery 3
Fashion

Aimé Leon Dore Rilis Kolaborasi New Balance Made in USA 1300 Bersamaan dengan SS26 Delivery 3

Label New York tersebut menggandeng aktor Travis Bennett untuk lookbook bernuansa pudar matahari dengan sentuhan west coast.

More ▾