Membongkar Kengerian Dunia Pop Star: Petra Collins dan ‘STAR’
“Sedikit bocoran” dari debut film panjang Petra Collins yang sedang digarap.
Ringkasan
- Fotografer dan sutradara ternama Petra Collins akan merilis buku terbarunya,STAR, bersama Rizzoli pada 14 April
- Proyek ini mengikuti kisah ikon pop fiksi dan para penggemar mereka yang terobsesi
- Untuk seri paling sinematisnya sejauh ini, Collins juga telah mengonfirmasi sebuah film panjang yang akan datang dalam wawancara terbarunya
Fotografer asal Kanada Petra Collins mengumumkan perilisanSTAR, buku foto terbarunya bersama Rizzoli, yang akan rilis pada 14 April.
Inilah proyeknya yang paling beralur cerita sejauh ini: sebuah perjalanan lima bab yang mengikuti dua ikon pop fiksi, Ashley dan Siren8, saat mereka menghadapi hiruk-pikuk ketenaran dan batas tipis antara penggemar dan penguntit. Di sini, Collins kembali ke akar penyutradaraannya, menangkap bagaimana obsesi berubah menjadi kekerasan, kekaguman menjadi pengawasan, dan kehidupan dalam sorotan publik yang membuktikan bahwa tidak semua yang berkilau itu emas.
Untuk efek sinematis yang total, Collins dan pasangannya, musisi Jake Nadrich, akan merilis sebuahSTAR soundtrack pendamping pada bulan Mei, yang menandai debutnya di dunia musik.
Diprotret selama dua minggu di berbagai sudut dalam dan luar Tokyo,STAR melanjutkan ketertarikan Collins terhadap sosok bintang pop, baik lewat bidikannya pada para penyanyi perempuan nyata sepertiCharli XCX dan Olivia Rodrigo, grup J-POP fiksi dalam seriIdols ataufangirl, pameran museum besar pertamanya. Seri ini menempatkan dirinya dalam jajaran karya yang mengulik realitas keras menjadi perempuan muda di panggung dunia, termasukPerfect Blue, Love and Pop, Lilya 4-ever dan All About Lily Chou-Chou.
Buku ini juga terinspirasi dari pengalaman fangirl Collins sendiri, sebuah hubungan yang kini kian rumit seiring melesatnya ia menjadi bintang. Dalam satu dekade terakhir, estetika dreamy khas sang seniman mengangkatnya menjadi figur kultus, kerap dianggap sebagai pelopor “female gaze,” dengan begitu banyak sosok terfavorit di musik dan fesyen pernah melintas di depan lensanya. “Aku mengamati bagaimana publik memperlakukan para perempuan ini,” ujarnya kepadaW. “STAR sangat merefleksikan seperti apa perilaku publik yang kuamati selama bertahun-tahun — dan semua itu kumasukkan ke dalam alur ceritanya.”
Dengan deretan video musik, kampanye, dan film pendek yang mengesankan di portofolionya, Collins memang belum menayangkan film panjang, meski ia telah mengonfirmasi satu proyek sedang dalam perjalanan. Detail lebih lanjut akan menyusul, namun ia memastikan bahwaSTAR adalah “sekilas bocoran kecil” dari apa yang bisa kita nantikan.
Dibanderol seharga US$47,50, buku ini kini sudah bisadipesan secara pre-order melalui Rizzoli.



















