LOEWE Hadirkan Seragam Kerja Baru untuk Konservator Seni di Prado Museum
Kolaborasi yang menyatukan keahlian kriya, kenyamanan, dan pelestarian budaya.
Ringkasan
- LOEWE merancang jas laboratorium restorasi terbaru untuk para konservator seni di Prado Museum
- Jas tersebut mengutamakan kenyamanan, ketahanan, dan fungsi, dengan material anti-pantul serta saku kulit berukuran lebih besar untuk menyimpan kuas
LOEWE merancang rangkaian baru jas laboratorium khusus untuk departemen restorasi di Museo Nacional del Prado (Prado Museum). Digarap dengan savoir-faire khas sang Maison, busana ini oleh para konservator disebut sebagai “kulit kedua”. Jas-jas tersebut dikenakan setiap hari saat tim menjalankan pekerjaan superteliti di balik layar untuk merawat mahakarya kelas dunia, termasuk Velázquez “Las Meninas” dan Bosch “The Garden of Earthly Delights.”
Desain jas ini mengutamakan tuntutan fungsi yang sangat ketat untuk memastikan tidak mengganggu proses restorasi yang lembut dan presisi. Setiap jas dibuat dari material berkualitas tinggi yang dipilih khusus untuk mencegah cahaya memantul ke permukaan lukisan, sekaligus menawarkan ketahanan dan kenyamanan yang maksimal. Salah satu detail teknis kuncinya adalah pengembangan saku kulit LOEWE berukuran lebih besar dengan penutup yang aman. Saku-saku ini dirancang secara strategis untuk menampung kuas-kuas panjang, sehingga para konservator dapat mendekat ke lukisan tanpa alat kerja mereka menghambat gerak maupun berisiko menyentuh karya seni.
Kolaborasi ini berakar pada kecintaan bersama terhadap warisan budaya dan dunia seni, dengan LOEWE berkomitmen mendukung kerja krusial museum dengan menyediakan jas buatan tangan ini setiap tahun. Creative director Jack McCollough dan Lazaro Hernandez mengungkapkan bahwa proyek ini terinspirasi dari kunjungan mereka ke bengkel restorasi pada 2025, ketika mereka menyaksikan “kedalaman keahlian, kesabaran, dan tanggung jawab historis” yang dipikul para konservator. Inisiatif ini sekaligus memperkuat hubungan antara LOEWE FOUNDATION dan Prado, yang sebelumnya meluncurkan program “Writing the Prado” pada 2023 untuk merayakan dunia kriya dan sastra.



















