MVPW Jake Paul Bawa Lagi Tinju Putri ke Layar ESPN
Most Valuable Promotions meluncurkan seri khusus duel tinju putri, dengan ESPN dan Sky Sports sebagai penopang jadwal global kartu pertandingan MVPW.
Ringkasan
- Most Valuable Promotions milik Jake Paul meluncurkan MVPW, sebuah platform baru khusus tinju putri yang didukung kesepakatan hak siar media jangka panjang di Amerika Serikat dengan ESPN hingga 2028.
- Seri MVPW akan dibuka dengan tiga kartu pertarungan yang telah diumumkan di London, New York, dan El Paso, masing-masing dipuncaki oleh para juara Caroline Dubois, Alycia Baumgardner, dan Stephanie Han.
- Kolaborasi ini menandai kembalinya ESPN ke program tinju reguler dan semakin memantapkan MVP sebagai pemain sentral di tengah ledakan popularitas tinju putri global.
MVPW menempatkan tinju putri sebagai tayangan utama yang wajib disaksikan, bukan sekadar pengisi kartu bawah yang mudah terlewat. Didirikan bersama oleh Jake Paul dan Nakisa Bidarian, Most Valuable Promotions menghadirkan platform global khusus yang menempatkan sekitar 43 petinju putri—termasuk banyak juara dunia dan penantang papan atas—di pusat sorotan. ESPN akan menjadi rumah bagi rangkaian acara ini di Amerika Serikat hingga 2028, dengan kombinasi siaran linear dan streaming, sementara Sky Sports mengawal peluncuran di Inggris.
MVPW-01 akan mendarat di London pada 5 April dengan laga unifikasi gelar kelas ringan antara Caroline Dubois dan Terri Harper.. MVPW-02 menyusul pada 17 April di Theater Madison Square Garden, di mana juara unified super featherweight Alycia “The Bomb” Baumgardner akan mempertahankan gelarnya melawan Bo Mi Re Shin.. MVPW-03 hadir pada 30 Mei di El Paso, menampilkan juara kelas ringan WBA Stephanie Han yang kembali berhadapan dengan Holly Holm dalam laga ulang.. Setiap kartu pertarungan dikemas dan dijadwalkan secara strategis untuk membangun ritme pertarungan sepanjang tahun.
Momentum ini datang saat lanskap siaran tinju tengah berbenah. ESPN sempat mundur setelah kerja samanya dengan Top Rank berakhir, sementara para rival seperti Golden Boy dan promotor warisan lainnya masih meraba masa depan tayangan tinju di TV yang kian tak menentu. Dengan mengunci ESPN di Amerika Serikat dan Sky Sports di Inggris, MVP memosisikan tinju putri sebagai motor pertumbuhan sekaligus kekuatan budaya, dengan keyakinan bahwa kartu pertarungan premium yang sepenuhnya diisi petinju wanita dapat menguasai slot utama dan menggaet baik penggemar garis keras maupun penonton baru yang sudah mendukung olahraga putri.




















