Closer Look: Pelajaran Gaya Kontradiktif Bareng Kreatif NYC Aisha Farida dan Manny Omitto
Pelajari cara mainin “gesekan kreatif” antara grit dan polish biar ekspresi fashion kamu makin standout.
Mengembangkan gaya personal sering kali penuh kontradiksi. Suatu hari kamu larut dalam nostalgia dengan potongan retro, keesokan harinya kamu bereksperimen dengan tren terkini, bermain dengan motif dan siluet yang artistik. Dibutuhkan perpaduan keaslian diri dan kepercayaan diri tanpa ragu untuk menemukan “kode” gayamu sendiri. Dengan Levi’s® koleksi musim semi terbarunya, kamu bisa dengan mudah menghidupi semangat ini lewat estetika yang serbaguna dan styling grunge yang kreatif.
Bayangkan musisi Brooklyn sejati, kolektor barang thrifting, atau anak seni alternatif — karakter gaya seperti ini hidup lewat rangkaian denim, outerwear, kardigan, T-shirt, dan kemeja berpotongan tegas berkancing, yang semuanya menjadi penghormatan pada warisan craftsmanship sang brand.
[closer look video embed]
Kreator NYC Aisha Farida dan Manny Omitto mengeksplor koleksi terbaru lewat sudut pandang khas mereka, menunjukkan bagaimana mereka bisa dengan mudah berganti dari look rugged ke polished. Farida adalah distiller penuh waktu, tapi di waktu luangnya ia menjelajah dunia sebagai fashion savant dengan talenta membuat konten dan storytelling yang sangat personal. Gayanya, sedikit edgy dan flirty, selalu mengandung unsur edge khas NYC. Begitu juga Omitto, fashion stylist berpengalaman berbasis NYC dengan pendekatan city-slick pada busana luxury, yang bisa bergerak mulus dari maksimalisme ke minimalisme yang lembut. Kemampuan mereka merangkul “gesekan kreatif” dalam berpakaian menegaskan sisi paling fun dari fashion: kebebasan untuk mengkurasi ekspresi harianmu.
Farida bermain dengan dikotomi antara edgy dan refined lewat paduan gaya androgini. Meski tampak minimal dan tertahan, T-shirt santai dengan denim relaxed-fit berumbai bisa menghadirkan ekspresi yang benar-benar berbeda saat dipadu layer musiman yang tepat. Jaket asimetris Levi’s® Kendal Moto Jacket tampil sleek tanpa ribet, mengangkat kombinasi kemeja dan denim seperti yang ditunjukkan Farida dalam look pertamanya yang terinspirasi grunge.
“Selera musikku nggak banyak berubah sejak awal 2000-an, karena itu aku sangat menghormati era ’90-an. Cinta aku pada outfit serba baggy datang dari ikon hip hop dan R&B seperti Aaliyah, Tupac, dan TLC,” ceritanya pada Hypebeast. “Sebagai seseorang yang hampir selalu pakai jeans, aku tahu aku selalu bisa menemukan denim berpotongan bagus di Levi’s.” Gayanya terasa effortless tapi tetap rapi — tampilan simpel namun terkurasi, sempurna untuk belanja keperluan harian, ngobrol dengan penjaga bodega langganan, atau bar hopping di kawasan LES.
Gaya grunge Omitto condong ke ekspresi yang lebih sporty — siluetnya baggy, berlapis, breathable, dan mengutamakan rasa nyaman. Dalam obrolannya dengan Hypebeast, Omitto menyebut A$AP Rocky dan Prince sebagai referensi gaya. “Ada hari-hari ketika aku hanya ingin pakai denim baggy dan varsity jacket, lalu selesai. Dan kadang aku ingin pakai setelan jas dan dasi atau kilt (orang mungkin menyebutnya rok), tapi itulah esensi [fashion] — ekspresi diri, dalam bentuk apa pun yang terasa tepat buatmu.”
Mengenakan MA-1 Bomber Jacket, Omitto memadukannya dengan crewneck hitam pekat dan kaus dalam katun, kemudian memecah nuansa monokrom lewat XX Cargo Straight Pants bermotif camo dari Levi’s®.
Dengan mencampur potongan yang bervolume dan yang ramping, Farida dan Omitto sama-sama menunjukkan kebebasan styling yang bisa kamu raih, dari street casual sampai gaya prep. Outfit kedua pilihan Omitto adalah interpretasi modern bernuansa street dari Canadian Tuxedo, tren fashion ’90-an yang kembali naik daun. Penuh tekstur dan permainan warna senada, formula double-denim miliknya dengan Levi’s® Relaxed Fit Trucker Jacket Relaxed Fit Trucker Jacket dan denim stonewashed yang super baggy memadukan beberapa jenis wash serta kemeja kotak-kotak bernuansa lembut untuk menciptakan dimensi visual.
Farida menjadikan Bree Classic Long Trench Coat Levi’s® warna camel sebagai statement piece, memadukannya dengan Catalina Cardigan berbahan wol lembut dalam warna hijau vibrant, di atas kemeja berkonstruksi tegas dan denim robek untuk menciptakan gaya kota yang santai namun fungsional.
Look paling refined dari duo ini serba rapi dan monokrom. Gaya serba hitam Farida terdiri dari kardigan pas badan di atas kemeja putih berkerah untuk menciptakan kontras, dipadu denim boot-cut berpotongan ramping. “Saat aku benar-benar ingin tampil all out, rasanya sepatu hak tinggi, bahkan dengan outfit kasual sekalipun, selalu membuat segalanya tampak lebih menyatu dan bikin aku lebih percaya diri,” ungkapnya.
Omitto memadukan bomber bernuansa lembut dengan kombinasi kardigan dan kemeja, sekali lagi mengenakan denim longgar yang tampak sudah “hidup” dipakai. Look-nya rapi namun tetap berdekatan dengan estetika streetwear, dengan permainan warna netral lembut yang menyatukan tiap elemen. “Yang aku suka dari Levi’s® adalah sejarah di baliknya dan bagaimana mereka bisa terus beradaptasi serta relevan begitu lama. Menurutku, itu karena kamu bisa membeli sepasang denim [Levi’s®] 501® dan benar-benar memakainya selama 20 tahun. Mereka timeless, dan seperti itulah aku ingin gaya pribadiku berkembang: perpaduan lintas gaya yang tetap abadi.”
Bagi kamu yang ingin menyegarkan rotasi lemari pakaian, jelajahi koleksi musim semi terbaru Levi’s® di galeri di atas atau langsung di website brand tersebut.



















