Róng Museum of Art Siap Jadi Ikon Baru Tech-Culture di Shenzhen
Desain ruang karya Büro Ole Scheeren mengutamakan interaksi publik dan mengundang warga kota masuk ke plaza tertutup yang terbuka untuk semua.
Ringkasan
- Róng Museum of Art di Shenzhen, rancangan Büro Ole Scheeren, memadukan teknologi, budaya, dan desain ekologis dalam satu visi yang terpadu.
- Rangkaian volume berbentuk kerucut yang diselubungi tabung-tabung kaca membentuk “lentera” budaya yang bercahaya, sekaligus penanda kota berkelanjutan.
Róng Museum of Art, yang dirancang oleh Büro Ole Scheeren, dibayangkan sebagai penanda budaya baru yang didedikasikan bagi kultur visual dan digital masa kini. Diinisiasi oleh Tenova Future, sebuah inisiatif privat milik pendiri Tencent, museum ini mewujudkan gagasan simbiosis antara teknologi dan budaya.
Berlokasi di Nanshan District, Shenzhen, dalam kawasan Houhai Hybrid Campus, proyek ini merajut hunian, perkantoran, ritel, dan hospitality ke dalam ekosistem urban 24 jam, menempatkan museum sebagai jangkar sipil sekaligus simbol bagaimana kemakmuran berbasis teknologi dapat menopang kehidupan publik dan infrastruktur budaya.
Siluet khas museum dibentuk oleh volume-volume kerucut yang dibungkus tabung-tabung kaca gantung hasil rekayasa parametrik, menciptakan kerudung tembus pandang yang menyaring cahaya sekaligus menggemakan penggunaan kaca dalam arsitektur Tiongkok tradisional. Tabung-tabung ini berfungsi sebagai peneduh, ventilasi, dan penangkap air hujan, mendukung pendekatan keberlanjutan “sponge city” di Shenzhen. Pada siang hari, tabung tersebut mendispersikan cahaya alami ke dalam galeri; malam hari, pencahayaan individual pada tiap tabung mengubah bangunan menjadi lentera budaya bercahaya di garis langit kota.
Struktur ini dibentuk oleh lima paviliun skulptural yang mengembang seiring ketinggian, mengangkat ruang-ruang pameran dari permukaan tanah dan menciptakan plaza publik berventilasi alami di bawahnya. Forum terbuka ini dirancang untuk menampung instalasi sementara, pemutaran film, dan berbagai acara budaya, mengubah pergerakan sehari-hari menjadi perjumpaan kultural. Di atasnya, konstelasi volume galeri mencakup ruang berketinggian ganda untuk karya-karya skala besar, sementara tangga berliku mengantar pengunjung ke taman atap yang memperluas oasis sentral Hybrid Campus dan berfungsi sebagai panggung luar ruang untuk pertunjukan dan program outdoor yang menghadap lanskap waterfront Shenzhen.
Sebuah tangga berliku di sepanjang fasad luar bangunan mengarah ke taman atap yang berfungsi sebagai platform acara luar ruang di ketinggian, dengan panorama luas menghadap waterfront Shenzhen. Desain ini dimaksudkan sebagai sebuah “art forum” yang dapat diakses 24 jam, memicu pertemuan budaya lewat instalasi sementara dan agenda publik.
Dijadwalkan dibuka pada 2027, Róng Museum of Art mewujudkan perpaduan desain ekologis, ambisi budaya, dan patronase teknologi, sekaligus menegaskan identitas Shenzhen sebagai pusat inovasi global dengan suara artistik yang kian mengemuka.



















