Gedung Grand Opera Snøhetta di Shanghai Siap Dibuka Akhir 2026
Menampilkan atap heliks raksasa yang berfungsi sebagai promenad publik 24 jam, memungkinkan pengunjung berjalan dari tepi sungai hingga seolah menyentuh langit.
Ringkasan
- Shanghai Grand Opera House rancangan Snøhetta kini hampir selesai
- Proyek ini menghadirkan area publik luas yang mengalir, akses ke atap, serta ruang-ruang pertunjukan yang dioptimalkan secara akustik
- Dijadwalkan dibuka pada akhir 2026, bangunan ini akan menjadi panggung bagi beragam pertunjukan dan program komunitas
Grand Opera House karya Snøhetta di Shanghai kini mendekati tahap penyelesaian, menandai babak penting dalam perkembangan lanskap budaya kota tersebut. Pertama kali ditugaskan setelah memenangkan kompetisi internasional pada 2017, proyek ini dirancang melalui kolaborasi dengan East China Architectural Design & Research Institute, Theatre Projects, dan Nagata Acoustics. Berada di lokasi strategis di tepi Sungai Huangpu, Opera House ini diproyeksikan sebagai destinasi budaya yang berani dan visioner, yang akan menampilkan spektrum pertunjukan luas—mulai dari opera tradisional dan konser orkestra hingga karya kontemporer dan eksperimental—mengukuhkan perannya sebagai penanda utama dalam masterplan budaya Shanghai yang terus berkembang.
Desain bangunan ini menonjolkan keterbukaan dan aksesibilitas, dengan siluet mengalir yang menyatukan ruang-ruang publik serta atap yang dapat diakses pengunjung. Gestur arsitektural ini menegaskan peran Opera House bukan hanya sebagai ruang pertunjukan, tetapi juga sebagai ruang temu publik. Di dalamnya, arsitektur dibentuk dengan sangat cermat untuk mengoptimalkan akustik dan pengalaman penonton, dengan Nagata Acoustics berkontribusi pada penyempurnaan kualitas suara. Opera House ini juga merangkum area pameran, fasilitas edukasi, perpustakaan, bioskop, dan ruang makan, memastikan fungsinya melampaui sekadar panggung pertunjukan dan menjadikannya pusat pertukaran budaya serta keterlibatan komunitas.
Dengan kehadiran tepi sungai yang dramatis dan desain berlapis yang kaya, Grand Opera House rancangan Snøhetta akan hadir sebagai ikon arsitektur sekaligus simbol ambisi kota untuk menjadi pusat terdepan bagi budaya dan kreativitas. Seiring pembangunan yang mendekati akhir, Opera House ini dijadwalkan dibuka untuk publik pada paruh kedua tahun 2026.



















