Martin Shkreli Ajukan Gugatan Balik Lawan RZA Soal ‘Once Upon a Time in Shaolin’
Perebutan hukum atas album Wu-Tang Clan berisi satu-satunya kopi kian memanas setelah Shkreli mengklaim kepemilikan hak cipta.
Ringkasan
- Martin Shkreli mengajukan gugatan balik di pengadilan federal terhadap RZA dan produser Cilvaringz terkait kepemilikan album Wu-Tang Clan yang benar-benar hanya dibuat satu kopi itu.
- Mantan eksekutif farmasi yang tercoreng reputasinya itu mengklaim bahwa pembelian yang ia lakukan pada 2015 mencakup 50 persen hak cipta album tersebut, yang menurutnya tidak termasuk dalam aset yang harus ia lepas dalam proses penyitaan.
- Shkreli berpendapat bahwa penjualan hak terbaru kepada PleasrDAO merupakan penjualan ganda yang tidak sah, dan kini ia meminta pengadilan mengeluarkan putusan deklaratif (declaratory judgment).
Martin Shkreli dan pentolan Wu-Tang Clan, RZA, kembali berseteru dalam sengketa hukum baru terkait karya legendarisOnce Upon a Time in Shaolin album tersebut. Dalam berkas pengadilan federal yang diperoleh pekan ini, Shkreli secara resmi menggugat balik sang pionir hip-hop asal Staten Island itu dengan tuduhan pelanggaran kontrak terkait kekayaan intelektual atas rekaman paling langka di dunia. Langkah ini menyusul bertahun-tahun kontroversi seputar proyek berisi satu-satunya salinan itu, yang awalnya dijual kepada Shkreli seharga 2 juta USD sebelum kemudian disita pemerintah Amerika Serikat.
Menurut berkas setebal 35 halaman tersebut, Shkreli menegaskan bahwa akuisisi albumnya pada 2015 “dipisahkan” menjadi aset fisik dan aset tidak berwujud. Sementara set fisik berisi dua cakram dan kotak perak-nikel diserahkan kepada Department of Justice pada 2018 untuk memenuhi putusan senilai 7,4 juta USD, Shkreli bersikeras ia tidak pernah melepaskan kepemilikan 50 persen atas hak cipta album itu. Ia juga mengklaim bahwa 50 persen hak cipta sisanya dijadwalkan baru akan dialihkan kepadanya pada tahun 2103.
Gugatan tersebut menguraikan skenario “penjualan ganda”, di mana RZA dan ko-produser Cilvaringz diduga menjual kembali hak yang sama kepada kolektif seni digital PleasrDAO seharga 750.000 USD pada 2024. PleasrDAO, yang membeli album fisik itu dari pemerintah seharga 4 juta USD pada 2021, sebelumnya telah menggugat Shkreli karena diduga menyimpan dan menyiarkan salinan digital musik tersebut. Kini Shkreli meminta pengadilan menegaskan status kepemilikannya sekaligus menyatakan bahwa karya itu tidak tergolong rahasia dagang, yang berpotensi membuka jalan bagi penyebaran lebih luas atas rekaman yang selama ini dijaga ketat tersebut.















