Julien Tornare Bicara Kolaborasi dengan Jung Kook dan Babak Baru Hublot
CEO Hublot mengulas titik temu antara horologi disruptif brand tersebut dan seni lintas-genre Jung Kook, menyusul pengumuman besar di Seoul.
Seoul sejak lama menjadi jantung budaya pop global, namun pada 12 Februari 2025, kota ini berdenyut dengan energi yang berbeda. Di tengah kilatan kamera dan sorak para penggemar, Hublot secara resmi memperkenalkan Jung Kook dari BTS sebagai Global Brand Ambassador terbarunya. Pengumuman ini menandai momen krusial “fusion” bagi brand tersebut — menjembatani warisan horologi Swiss dengan laju tak terbendung generasi digital.
Bagi CEO Hublot, Julien Tornare, kolaborasi ini lebih dari sekadar endorsement berprofil tinggi; ini adalah upaya strategis untuk menyeimbangkan kembali semesta brand. Sejak memegang kendali, Tornare menjalankan misi untuk memperluas jejak budaya Hublot melampaui lapangan sepak bola, merambah dunia seni dan musik untuk terhubung dengan demografis muda yang sangat engaged dan vokal. Jung Kook, seniman multidisiplin yang terus bereksperimen dengan karyanya sejak masa solo, merefleksikan sejarah Hublot sendiri dalam mendobrak pakem — dari debut kontroversial emas pada karet di 1980 hingga peluncuran Big Bang pada 2005.
“Jung Kook jelas akan membantu kami meningkatkan visibilitas dan awareness, tapi yang paling penting, desirability.”
Pusat dari babak baru ini adalah Big Bang Original Unico, sebuah jam tangan yang merepresentasikan evolusi dan kepiawaian teknis brand. Saat Hublot bersiap mengemukakan pernyataan berani mengenai heritage dan mekanik di Watches & Wonders mendatang di Geneva, keselarasan dengan Jung Kook menandai masa depan di mana “desirability” digerakkan oleh substansi horologi sekaligus resonansi emosional.
Hypebeast berbincang dengan Tornare di Seoul sebelum pengumuman untuk membahas efek “ARMY”, pergeseran strategi global Hublot, dan mengapa “Art of Fusion” akan terdengar jauh lebih lantang.
Hypebeast: Anda bisa saja mengumumkan ambassador baru ini di mana saja di dunia, tapi Anda memilih Seoul. Mengapa di sini?
Julien Tornare:Alasan utamanya adalah karena dia [Jung Kook] berasal dari sini. Tapi juga, K-Pop berporos pada tempat ini — destinasi yang kini jadi favorit semua orang. Saya ingat masa ketika Korea Selatan hanya menarik minat regional saat saya tinggal di Hong Kong, tapi sekarang sudah mendunia. Baru-baru ini saya berbicara dengan sebuah agen perjalanan, dan permintaan untuk trip ke Korea Selatan luar biasa. Daya tarik negara ini sudah begitu besar sehingga saya rasa sangat penting untuk melakukan ini di sini; gaungnya akan terasa ke seluruh Asia dan dunia.
Kolaborasi ini membuka Hublot pada demografis yang lebih muda, digital-native, dan sangat passionate. Apakah Hublot siap untuk energi — dan traffic — yang dibawa “ARMY”?
Satu hal yang bisa saya katakan adalah Hublot selalu siap untuk hal seperti itu. Hublot menawarkan beberapa brand experience paling berenergi, jadi menurut saya arah ini sangat tepat untuk kami. Tujuan saya adalah mengaktifkan kembali dan menguatkan dua mesin yang membuat Hublot sukses selama 20 tahun terakhir: hyperactive marketing dan dynamic creativity. Mesin ketiga yang akan saya kembangkan adalah keahlian watchmaking yang belum sepenuhnya kami dikenal karenanya, padahal sudah selayaknya. Namun pada akhirnya, ini soal emosi. Jika Anda tidak punya koneksi atau ikatan dengan klien, Anda melewatkan esensi luxury. Kolaborasi ini akan menciptakan ikatan emosional yang sangat kuat.
Jung Kook punya social presence yang sangat dominan. Bagaimana kolaborasi ini memengaruhi cara Anda memikirkan strategi digital Hublot tahun ini?
Kami meningkatkan kehadiran kami secara signifikan di dunia digital karena itulah realitas hari ini. Suka atau tidak, kami harus menatap ke depan dan terbuka dipengaruhi oleh klien yang lebih muda. Sosok seperti Jung Kook jelas akan membantu kami meningkatkan visibility dan awareness, tapi yang terpenting adalah desirability. Desirability adalah kata kunci dalam luxury. Secara definisi, kita tidak membutuhkan luxury; Anda mengejarnya karena merasakan sesuatu yang begitu spesial hingga tak bisa ditolak. Menggunakan leverage digital yang tepat dengan sosok seperti dia memberi kami eksposur tersebut.
“Kami ingin Hublot punya presence yang lebih kuat di Asia, jadi Jung Kook adalah pilihan yang sempurna.”
Berbicara soal ambassador, Hublot secara tradisional sangat berfokus pada sepak bola. Bagaimana penandatanganan ini selaras dengan visi yang lebih besar untuk brand?
Kami sangat kuat di sepak bola selama satu dekade terakhir dan saya ingin menyeimbangkannya kembali. Kami tetap akan berada di ranah olahraga, tapi dengan cara yang berbeda. Kami ingin Hublot punya presence yang lebih kuat di Asia, jadi Jung Kook sangat tepat, namun saya juga berinvestasi kembali di pasar AS — Patrick Mahomes adalah salah satu bagiannya, dan kami akan menggandeng seorang seniman kontemporer ternama dari AS akhir tahun ini.
Melihat sejarah kolaborasi Hublot dengan seniman seperti Takashi Murakami dan Daniel Arsham, apakah terlalu dini untuk mengatakan bahwa jam tangan “Jung Kook x Hublot” sudah ada di atas meja perencanaan?
Ketika kami memulai kolaborasi dengan seniman, mereka biasanya berkarya langsung dengan tangan, jadi kami menaruh jam tangan di meja dan bertanya, “Apa yang kita lakukan bersama?” Para seniman menyukai Hublot karena kami tidak punya batasan. Dengan ambassador seperti penyanyi atau performer, saya ingin mereka memulai dari brand dulu. Mereka perlu merasakan brand dari dalam. Mungkin kolaborasi bisa hadir di tahap berikutnya, tapi untuk sekarang, ini seperti pernikahan — kami baru saja mulai, jadi kami perlu saling mengenal. Ini masih tahap engagement.
Kami sudah melihat Jung Kook memakai Big Bang Original Unico. Apakah ada jam tangan tertentu yang langsung ia sukai sejak awal?
Dalam diskusi awal kami, terutama Big Bang yang paling banyak dibicarakan. Saya rasa dia merasa terhubung dengannya — itu adalah jam tangan ikonis pertama abad ke-21, sangat modern dan mendefinisikan ulang kode-kode watchmaking. Saat saya menjelaskan hal itu kepadanya, saya bisa merasakan arah yang mengarah ke sana. Jam tangan itu mencerminkan perjalanannya sendiri dalam membentuk ulang sound dan ritme.
“Mungkin kolaborasi bisa hadir di tahap berikutnya, tapi untuk sekarang, ini seperti pernikahan — kami baru mulai, jadi kami perlu saling mengenal.”
Melihat ke Watches & Wonders di Geneva, apa yang bisa kami harapkan dari Hublot di bawah kepemimpinan Anda?
Saya ingin orang menyadari bahwa kami telah membangun expertise luar biasa dalam watchmaking — bahwa kami membuat movement kami sendiri dengan tingkat sofistikasi tinggi. Di Watches & Wonders, saya akan menyampaikan pernyataan besar soal garansi yang akan menunjukkan tingkat kepercayaan saya pada brand kami. Dan untuk pertama kalinya, meski Hublot selalu berorientasi ke depan, saya akan mengumumkan sesuatu yang berfokus pada masa lalu. Kami menengok heritage kami dan mungkin akan membawa kembali sang pendiri, Mr. Carlo Crocco, ke dalam narasi. Sudah saatnya kami menggarap sisi serius dari brand: sejarah dan substansi watchmaking.
Pada akhirnya, seperti apa “Hublot experience” yang Anda ingin para penggemar baru kejar?
Saya ingin klien kami merasa bahwa ketika mereka membeli jam tangan dari kami, mereka otomatis menjadi bagian dari keluarga besar Hublotista. Kita tidak membutuhkan luxury, jadi kami ingin menciptakan momen-momen spesial. Entah itu private concert bersama 50 Cent di Art Basel atau koneksi lewat K-Pop, strategi “one-size-fits-all” sudah tinggal sejarah. Jika saya tahu hobi Anda, saya akan menargetkan tepat di situ. Itulah level tertinggi sebuah luxury brand yang harus kami fokuskan.



















