Setelan Suit-in-a-Bag Fruit of the Loom Japan 100% Katun & Bisa Dicuci dengan Mesin
Berkolaborasi dengan Keiji Kaneko, “Athletic Formal Suit” adalah setelan double-breasted klasik yang dihadirkan ulang dengan cotton jersey tebal 12 oz.
Ringkasan
-
Fruit of the Loom Japan dan Keiji Kaneko melansir Athletic Formal Suit, satu setelan double-breasted yang bisa dicuci dengan mesin dan dibuat dari cotton jersey tebal berbobot 12 oz.
-
Meski berbahan yang terkesan “biasa”, kolaborasi bernuansa vintage yang viral ini langsung ludes terjual berkat tailoring yang sangat presisi dan celana pleats bertali serut yang begitu khas.
Di tengah kembalinya tailoring klasik ke pusat perbincangan mode, Fruit of the Loom Japan dan desainer Keiji Kaneko berkolaborasi mengangkat material yang terkesan biasa menjadi siluet sartorial yang sophisticated. Minggu ini, keduanya memperkenalkan Athletic Formal Suit yang menggunakan 100% cotton jersey, bahan yang lazim dipakai bukan hanya untuk T-shirt, tetapi juga pakaian dalam. Salah satu keunggulan paling mengesankan: setelan ini 100% bisa dicuci dengan mesin.
Namun, set dua potong lengkap ini jauh dari seringan kaus dalam; bobot 12 oz-nya hampir dua kali kaus standar. Jersey berbobot berat ini jatuhnya sempurna untuk jaket double-breasted dan celana pleats yang dilengkapi tali serut ala jogger. Dengan kancing empat, kerah peaked, dan lapel yang diperlebar, jaket menjadi pusat perhatian berkat aura vintage yang begitu kuat. Terakhir, patch pocket di kedua sisi memberi sentuhan fungsional yang jelas terasa.
Dalam sebuah unggahan di Instagram, co-designer Kosuke Kambara membagikan (diterjemahkan dari bahasa Jepang), “Saya sendiri membedah sebuah jaket vintage untuk menciptakan master pattern dan menyesuaikannya agar pas untuk Kaneko-san.” Ia menambahkan, “Jarang sekali kami secara eksplisit membicarakan soal perhatian pada detail, tetapi koleksi ini sarat dengan ketelitian dan perjuangan yang mungkin tak pernah Anda bayangkan.”
Kedua piece hadir dalam kemasan orisinal yang dihiasi ilustrasi karya sang kolaborator yang juga menjalankan brand tersebut. Untuk saat ini, produk ini tampaknya sudah benar-benar sold out di Fruit of the Loom Japan, namun melihat seberapa cepat ia menjadi viral, bukan tak mungkin kolaborasi ini akan kembali lagi.



















