Fit Check: Bad Bunny Tampil dengan Setelan Bottega Veneta dan adidas BadBo 1.0 yang Belum Pernah Dilihat di Konferensi Pers Apple Music Super Bowl LX Halftime Show
Dipadukan dengan jam tangan Cartier Crash, superstar asal Puerto Rico ini mengenakan mantel bulu sintetis dramatis dan setelan bersiluet tegas jelang penampilan Halftime-nya.
Ringkasan
-
Bad Bunny hadir di konferensi pers Super Bowl LX dalam balutan setelan pinstripe monokromatik Bottega Veneta dan mantel shearling abu-abu shaggy yang dramatis.
-
Sang musisi menggoda publik dengan colorway suede biru navy dan krem adidas BadBo 1.0 miliknya yang belum dirilis, menandai arah baru yang lebih segar untuk lini kolaboratif tersebut.
-
Aksesori yang ia kenakan mencakup jam tangan langka Cartier Crash dan beanie playful bertelinga kelinci, memadukan kemewahan kelas atas dengan personal brand-nya yang eksentrik.
Saat antusiasme menjelang Super Bowl LX mencapai puncaknya, Bad Bunny resmi mendarat di San Francisco dan menyulap rangkaian konferensi pers pra-pertandingan menjadi runway pribadinya. Pemenang kategori “Album of the Year” tersebut membuat pernyataan gaya yang tegas di konferensi halftime Apple Music, tampil dalam ensemble terkurasi yang dengan presisi memadukan tailoring high-fashion dengan estetika “street-luxe” subversif yang telah mendefinisikan kariernya.
Pondasi tampilan ini adalah setelan pinstripe abu-abu double-breasted nan tajam dari Bottega Veneta, dipadu kemeja poplin putih bersih yang dikancingkan hingga ke kerah. Untuk menghadapi angin sejuk khas Bay Area, Benito menambahkan mantel shearling abu-abu berukuran besar dan shaggy—juga dari Bottega—yang memberi kontras maksimalis dan kaya tekstur terhadap garis-garis tegas setelannya. Namun, pusat perhatian para kolektor justru ada di kakinya. Bad Bunny untuk pertama kalinya menampilkan colorway adidas BadBo 1.0 miliknya yang belum dirilis. Iterasi ini menjadi langkah elegan dari rilisan-rilisan sebelumnya, dengan dasar mesh biru navy pekat yang dipadukan overlay suede krem premium, menghadirkan palet refined bernuansa vintage yang terasa sangat serasi dengan busana tailored yang ia kenakan.
Permainan detail tak berhenti di sneaker. Menambah sentuhan surealisme horologis, Benito mengenakan Cartier Crash yang understated di pergelangan tangannya. Casing jam yang legendaris dengan bentuk terdistorsi itu menjadi sapaan halus pada kegemarannya terhadap desain avant-garde. Disempurnakan dengan beanie rajut bertelinga kelinci yang sudah menjadi ciri khas dan kacamata hitam legam, keseluruhan tampilan ini menjadi teaser cemerlang untuk energi kreatif yang akan ia bawa ke Levi’s Stadium akhir pekan ini.













