Fashion East FW26 Digerakkan Semangat Pemberontakan
Menampilkan Jack Gleba, Mayhew, dan pendatang baru GOYAGOMA.
Inkubator talenta nirlaba milik Lulu Kennedy, Fashion East, sejak lama menjadi titik luncur bagi desainer pendatang baru, secara konsisten mendorong talenta Inggris ke panggung global. Meneruskan rekam jejaknya dalam menemukan dan mengangkat nama-nama baru, Fashion East memperkenalkan satu label tambahan untuk jajaran Fall/Winter 2026, kian meneguhkan posisinya sebagai salah satu platform paling penting di London Fashion Week.
GOYAGOMA melakukan debut di runway di bawah payung Fashion East dengan koleksi womenswear yang refined namun pragmatis, dirancang untuk kehidupan sehari-hari. Didirikan oleh Traicelene Pratt, label ini menghadirkan edisi kedua sekaligus penutup dari koleksi dua babak yang dirancang seputar esensial lemari pakaian 12 jam. Berjudul “Something to Wear”, rangkaian ini menggali warisan Karibia milik Pratt, sebagai penghormatan pada para perempuan stylish yang membentuk masa kecilnya. Parka kamuflase bertepi bulu, mantel bertekstur kulit buaya, kemeja kulit berkilap, dasi kulit, polo berbulu panjang, slip dress satin, dan atasan bervolume dengan siluet menggelembung membentuk lemari pakaian yang terasa sangat personal sekaligus sarat tujuan.
Jack Gleba kembali untuk musim berikutnya, menyelami naskah drama satu babak karya Oscar Wilde berjudul Salome untuk mengulik tema gerak bak balet dan sensualitas di penghujung abad ke-19. Atasan drapery yang etereal, celana pendek atletik super ketat, aksesori bertepi tulle, dan kemeja dengan banyak kancing memberi koleksi ini aura romantisme yang rapuh. Di sisi lain, jaket olahraga yang tercabik-cabik dan busana floral penuh sobekan menampilkan interpretasi Gleba terhadap kriya Inggris yang begitu subtil — lembut, subversif, dan disusun dengan detail presisi.
Menutup rangkaian presentasi, Mayhew menggelar show Fashion East keduanya dengan ledakan pemberontakan tanpa filter. Louis Mayhew menampilkan 13 look sarat warna dan tekstur, menegaskan instingnya akan disrupsi yang jenaka dan penuh permainan. Rok berpilin, knitwear bertepi bulu, atasan halter metalik, dan topi twill berpotongan slashed menjadi penanda koleksi bertajuk “Come On Over” ini. Membawa intensitas emosional lagu “Burn” dari Blue Eyed Soul, penutup dari Mayhew meninggalkan FW26 dengan energi menantang yang bertegangan tinggi.
Intip lebih dekat presentasi Fashion East FW26 di atas.


















