Pertemuan Grotesk & Sublim di ‘Metanoia’ Karya Christian Van Minnen
Sang seniman kembali ke NANZUKA UNDERGROUND dengan 15 lukisan baru yang memadukan teknik mahakarya abad ke-17 dengan atmosfer underground masa kini.
Ringkasan
- Pameran tunggal Christian Rex van Minnen, Metanoia menyoroti tema transformasi dan kehororan yang grotesk
- Karya menonjol termasuk “Still Life with Octopus in Vase and Upside Down Figure,” yang meracik nuansa still life klasik dengan distorsi surealis
- Dapat disaksikan di NANZUKA UNDERGROUND hingga 21 Februari 2026
Pameran tunggal Christian Rex van Minnen bertajuk Metanoia di NANZUKA UNDERGROUND menandai presentasi besarnya yang kedua bersama galeri tersebut setelah debutnya pada 2021. Dikenal dengan citra surealis yang mengusik, van Minnen menghadirkan karya-karya baru yang melanjutkan eksplorasinya seputar transformasi psikologis, keberjasmanian, dan yang grotesk.
Pameran ini menandai titik penting dalam perjalanan karier sang seniman, sebagaimana tercermin dalam judul Metanoia, yang merujuk pada perubahan mendasar dalam cara berpikir atau sebuah konversi spiritual. Berbasis di Santa Cruz, California, van Minnen dikenal lewat perpaduan unik antara teknik minyak Barok abad ke-17—terinspirasi dari para maestro seperti Rembrandt dan Rachel Ruysch—dengan Surrealisme abad ke-20 dan kultur underground Amerika modern.
Pameran ini menghadirkan 15 lukisan minyak terbaru yang menyoroti dua pendekatan dalam karyanya: grotesque surrealism yang menjadi signature-nya, dan seri baru yang ia sebut still life “Straightforward”. Karya-karya berskala besar yang patut disimak antara lain “Still Life with Snake in Vase and Upside Down Figure” dan “Still Life with Octopus in Vase and Upside Down Figure,” yang memperlihatkan kemampuannya memadukan rangkaian bunga megah dengan elemen-elemen viseral yang mengusik seperti gurita dan ular. Sebaliknya, still life yang lebih klasik, misalnya “Still Life with Grapes, Melon, and Apples,” mencerminkan hasrat barunya untuk merayakan alam dan proses penciptaan secara langsung, alih-alih mendekonstruksi atau membelokkan bentuk-bentuk tradisional seperti yang kerap ia lakukan sebelumnya.
Lukisan-lukisan ini mengajak publik merenungkan: kembali ke kenyamanan tradisi, atau terus melaju memburu kebaruan tanpa arah—sembari terhanyut dalam bahasa visual yang melampaui batas antara yang grotesk dan yang sublim. Metanoia akan dipamerkan di NANZUKA UNDERGROUND di Tokyo hingga 21 Februari 2026.
NANZUKA UNDERGROUND
3 Chome-30-10 Jingumae,
Shibuya, Tokyo 150-0001,
Japan



















