Menyelami Dunia Sempurna yang Tak Sempurna Milik Cho Gi-Seok

Pameran solo besar perdana sang fotografer asal Korea Selatan di Fotografiska Shanghai.

Seni
312 0 Komentar
Save

Intisari

  • Fotografer konseptual Cho Gi-Seok membuka The Coexistence of Imperfection di Fotografiska Shanghai
  • Berlangsung hingga 8 Maret, pameran ini menampilkan empat seri utama yang mengurai keindahan kontradiksi lewat tema alam, teknologi, kemanusiaan, dan tradisi.

Fotografer asal Korea Selatan Cho Gi-Seok adalah salah satu sosok paling berpengaruh di Asia dalam ranah pencitraan kontemporer, yang memelopori lahirnya sensibilitas visual baru dengan gaya penceritaan yang lembut dan surealis. Tak heran jika ia dipercaya menyutradarai video musik untuk Jennie, XG, dan Kali Uchis, serta memotret kampanye untuk Louis Vuitton, Prada, dan Cartier — tatap salah satu fotonya, foto mana pun, dan Anda akan seketika merasakan daya pikat dunia mimpi yang ia ciptakan.

Cho kini melangkah ke pusat sorotan di Fotografiska Shanghai, yang tengah menggelar The Coexistence of Imperfection, pameran tunggal besar pertamanya. Menampilkan empat seri kunci, pameran ini mengajak publik merangkul keindahan kontradiksi dan menyelami ketegangan antara kerapuhan dan keotentikan.

“Ketidaksempurnaan bukanlah cacat, melainkan wujud keberadaan yang lebih otentik dan mendalam,” ujar Cho. Sang seniman memadukan gagasan tentang tradisi, teknologi, alam, mimpi, dan emosi menjadi sebuah tableau puitis. Karya Cho mewujudkan permainan seimbang antara harmoni dan disonansi, kekuatan dan kerentanan — mulai dari koneksi tubuh dan flora dalam “Flower Study” serta kekacauan bawah sadar di “Bad Dream”, hingga jungkat-jungkit emosi “Love & Hate” dan kajian menyentuh tentang kemanusiaan, alam, dan teknologi dalam “These Days.”

Secara luas dijuluki “visual alchemist of the digital age” oleh Fotografiska, Cho awalnya ditempa sebagai desainer grafis dan mulai menekuni fotografi pada 2016. Meski belajar secara otodidak, insting estetikanya mendorong lompatan karier global yang pesat. Karya-karyanya berada di garda depan bahasa visual “New Asian” yang tengah mekar: perpaduan tradisi dan futurisme yang dihadirkan lewat optimisme kultur anak muda. Gambar-gambar tajam nan jenuh warna ini menjelma sebagai pelarian dari penatnya era digital.

Pameran ini kini tengah dikunjungi di Shanghai hingga 8 Maret.

Fotografiska Shanghai
127 Guangfu Road,
Jing’an District,
Shanghai 200070

Baca Artikel Lengkap

Baca Berikutnya

Kesempurnaan dalam Cacat: 424 Milik Guillermo Andrade Merayakan Keindahan yang Tak Sempurna
Fashion

Kesempurnaan dalam Cacat: 424 Milik Guillermo Andrade Merayakan Keindahan yang Tak Sempurna

“Justru bagian-bagian yang terbuang itu yang saya jadikan fokus. Kalau sesuatu sudah tak lagi cantik karena rusak, biar saya rusak lebih jauh lagi—dan dengan merusaknya, saya kasih kehidupan baru.”

Mobil BMW M Pertama di Dunia Kini Bisa Jadi Milikmu
Otomotif

Mobil BMW M Pertama di Dunia Kini Bisa Jadi Milikmu

BMW 3.0 CSL works car tahun 1972 menandai lahirnya era balap BMW M.

Menyelami ‘EDIT’: Di Balik Pameran Perdana TIDE di Hong Kong
Seni

Menyelami ‘EDIT’: Di Balik Pameran Perdana TIDE di Hong Kong

Sang seniman berbincang dengan Hypebeast tentang proses kreatifnya dan hubungan yang terus berkembang dengan karakter kucing ikonisnya.


Di Shanghai Biennale ke-15, "Mendengar" Jadi Metafora
Seni

Di Shanghai Biennale ke-15, "Mendengar" Jadi Metafora

Berlangsung di Power Station of Art, edisi tahun ini mengeksplorasi persimpangan kecerdasan manusia dan nonmanusia.

everyone Ajak Koleksi SS26-nya Jalan-Jalan di Tokyo
Fashion

everyone Ajak Koleksi SS26-nya Jalan-Jalan di Tokyo

Menampilkan jaket tahan air, sweater katun-sutra yang breathable, dan kolaborasi sepatu dengan Erik Schedin.

Pankou Button dari Tiongkok Ada di Mana-Mana & Sedang Kuasai Runway
Fashion

Pankou Button dari Tiongkok Ada di Mana-Mana & Sedang Kuasai Runway

Detail kancing kuno khas Tiongkok ini lagi di-remix habis-habisan oleh desainer Asia dan diadopsi brand Barat — kenapa baru sekarang booming?

2014 vs. 2026: 12 Tahun Evolusi Koleksi "Year of the Horse" dari Nike dan Jordan Brand
Footwear

2014 vs. 2026: 12 Tahun Evolusi Koleksi "Year of the Horse" dari Nike dan Jordan Brand

Menelusuri pergeseran dari storytelling yang maksimalis ke craftsmanship yang lebih refined seiring selesainya satu siklus penuh Shio Tiongkok.

6 Jam Tangan Tangguh yang Benar-Benar Kuat di Lintasan Bersalju Cortina
Jam Tangan

6 Jam Tangan Tangguh yang Benar-Benar Kuat di Lintasan Bersalju Cortina

Mulai dari OMEGA, Rolex, G-SHOCK, dan lainnya.

Poggy Resmi Luncurkan Koleksi Pakaian Perdana untuk Dear Boro
Fashion

Poggy Resmi Luncurkan Koleksi Pakaian Perdana untuk Dear Boro

Koleksi 12 item yang menonjolkan craftsmanship artisana dan desain timeless bergaya streetwear modern.

Salomon XT-6 Hadir dalam Warna “Maritime Blue” yang Keren
Footwear

Salomon XT-6 Hadir dalam Warna “Maritime Blue” yang Keren

Dilengkapi aksen “Fiery Red” yang mencolok.


Saturdays NYC dan Dickies Kembali Hadirkan Koleksi Celana City-Ready
Fashion

Saturdays NYC dan Dickies Kembali Hadirkan Koleksi Celana City-Ready

Memperbarui siluet klasik dengan sentuhan refined yang modern.

McDonald's dan Paramount Caviar Hadirkan Kemewahan "High-Low" di Hari Valentine
Kuliner

McDonald's dan Paramount Caviar Hadirkan Kemewahan "High-Low" di Hari Valentine

Si Golden Arches meresmikan tren internet dengan paket edisi terbatas McNugget Caviar kit.

Machine56 Luncurkan Koleksi Kolaborasi dengan DHL Express Indonesia
Fashion

Machine56 Luncurkan Koleksi Kolaborasi dengan DHL Express Indonesia

Dari airway bill ke apparel

ASICS GEL-NIMBUS 10.1 Tampil Kian Menawan dan Urban dalam Warna “Black/Clay Grey”
Footwear

ASICS GEL-NIMBUS 10.1 Tampil Kian Menawan dan Urban dalam Warna “Black/Clay Grey”

Aksen metalik dan detail berlapis membuat siluetnya terlihat makin elegan.

Nike Persembahkan Book 2 "Kentucky Wildcats" PE untuk Big Blue Nation
Footwear

Nike Persembahkan Book 2 "Kentucky Wildcats" PE untuk Big Blue Nation

Rilis spesial berbahan denim untuk merayakan 30 tahun kejayaan gelar juara 1996.

HBO Gaet Craig Mazin untuk Garap Adaptasi Serial TV Live-Action ‘Baldur’s Gate’
Hiburan

HBO Gaet Craig Mazin untuk Garap Adaptasi Serial TV Live-Action ‘Baldur’s Gate’

Mastermind di balik ‘The Last of Us’ kini membidik Forgotten Realms dalam serial live-action yang berlatar setelah peristiwa di gim hits besutan Larian Studios.

More ▾