Véronique Nichanian Tinggalkan Jejak Abadi Lewat Koleksi Terakhir Hermès
Selama hampir empat dekade, Nichanian membentuk tampilan visual pria Hermès.
Ringkasan
-
Véronique Nichanian menandai koleksi terakhirnya untuk Hermès lewat peragaan Fall/Winter 2026 yang menjadi manifesto mutlak tentang keabadian gaya.
-
Koleksi ini menonjolkan konstruksi ultra-ringan dan siluet modular yang dirancang untuk kehidupan yang terus bergerak.
-
Palet biru tinta dan warna gambut diselingi semburat oranye signature serta “selfish details” yang digarap dengan sangat teliti.
Dalam presentasi menswear Fall/Winter 2026 di Paris, atmosfernya dipenuhi rasa sejarah yang begitu kental. Koleksi ini menjadi salam perpisahan terakhir bagi Véronique Nichanian, desainer yang masa baktinya selama 38 tahun di Hermès merepresentasikan era stabilitas kreatif dan keunggulan hening yang nyaris tak tertandingi. Alih-alih berpamitan dengan gebrakan heboh, peragaan ini menjelma kelas master dalam “informal chic” yang ia poles hampir empat dekade lamanya.
Runway terakhir ini berperan sebagai manifesto dari filosofi desainnya—menciptakan busana yang menjadi pendamping seumur hidup, ikut berevolusi bersama pemakainya alih-alih pudar ditelan musim. Inspirasi untuk koleksi tonggak ini adalah arsip memorinya sendiri. Nichanian menengok kembali evolusi sosok Hermès man sejak 1988, merangkum tiga puluh tujuh tahun inovasi dalam satu narasi yang utuh. Runway menampilkan pilar-pilar warisannya: leather lembut berperforma tinggi, permainan tekstur knitwear yang canggih, dan siluet “haute-sportswear” yang telah menjadi signature sang rumah mode.
Dengan menelusuri kembali karya-karyanya terdahulu, Nichanian bukan sekadar merayakan kariernya, tetapi juga mengukuhkan identitas rumah mode sebagai benar-benar tak lekang waktu. Busana-busana ini terasa sama relevannya hari ini seperti halnya beberapa dekade lalu, membuktikan bahwa kemewahan sejati tak perlu mengejar tren—ia menciptakan ruang permanennya sendiri. Saat para model finale melangkah di penghujung peragaan, jelas terlihat bahwa meski Nichanian mundur, pengaruhnya teranyam dalam setiap lapisan rumah mode ini, memastikan sosok Hermès man tetap menjadi tolok ukur global untuk keanggunan yang effortless dan abadi.


















