Sunflower Tanpa Basa-Basi: Collection 16
Brand menswear asal Denmark ini menampilkan koleksi di CPHFW AW26 yang mengajak kita benar-benar kembali ke hal-hal mendasar.
Sekilas, label menswear asal DenmarkSunflowerini mungkin tampak hanya sebagai deretan basic yang sederhana, namun pesonanya justru tersembunyi pada detail-detail kecil. Koleksi ini mengajak audiens kembali ke hal-hal mendasar — tanpa terasa “biasa” sedikit pun. Setiap item sama sekali tidak kekurangan nuansa; sebaliknya, semuanya menonjolkan kejernihan dan desain yang sengaja dipikirkan.
Sang pendiri, Ulrik Pederson, dikenal selalu menyuntikkan energi muda ke dalam setiap koleksi, dipertegas dengan tekstil dinamis dan sentuhan warna-warna vibrant. Label yang lahir pada 2018 ini selama beberapa musim di CPHFW banyak bermain dengan estetika bernuansa ’70-an. Namun kali ini, Pederson ingin menggali lebih dalam dari sekadar tren usang dan ekspresi permukaan. Ia memilih Library Bar di Copenhagen — spot ikonik dengan dekor antik nan atmosferik yang telah menjadi langganan sejak era ’70-an — sebagai lokasi presentasi, sebuah cerminan sempurna dari ketulusan koleksi ini.
“Rasanya sangat natural untuk melambat dan melihat apa yang tertinggal ketika energi itu mulai mereda. Kami ingin menghormati para pria yang sepanjang perjalanan hidupnya mengumpulkan kedalaman — sosok-sosok yang ditempa oleh kerja, kegagalan, proses belajar, dan waktu,” ungkap Pederson. “Koleksi ini terdiri dari potongan-potongan klasik dengan cutting yang menarik. Bagi kami, kuncinya adalah menciptakan item yang terlihat super cool di runway, tetapi tetap benar-benar wearable.”
Desain-desain kunci Sunflower sendiri dibentuk oleh proses evolusi — beberapa item di Collection 16 dikembangkan dari siluet-siluet favorit penggemar, seperti denim usang yang terasa lived-in atau setelan tailoring yang rapi. Hero items di antaranya setelan corduroy bernuansa earth tone dengan sensasi tekstur yang menggoda, bomber hijau berjiwa utilitarian, jaket leather berlapis shearling, hingga trench coat yang menjadi finishing touch sempurna untuk tampilan bertumpuk.
Setiap item tidak dibuat sekadar untuk gaya yang performatif; sebaliknya, mereka menunggu untuk dihidupkan oleh pemakainya. Palet warna lembut memberi ruang bagi siluet simpel untuk benar-benar menonjol, sementara beberapa knit tampil berani dengan sentuhan cobalt blue dan pink yang mencuri perhatian. Permainan tekstur kontras semakin menggarisbawahi keseimbangan antara utilitas dan keanggunan yang terus dikuasai Sunflower.
Pada pilihan alas kaki, label ini memperkenalkan kolaborasi terbaru dengan brand sepatu asal Italia, Diemme. Merefleksikan esensi no-fuss dari keseluruhan range, boots ini dirancang untuk benar-benar dipakai dan “dihidupi” sehari-hari. Desain kolaboratifnya mengawinkan leather Italia yang kaya dengan sol kokoh nan tangguh — kembali menegaskan DNA high-low yang meresap di seluruh koleksi.
Telusuri seluruh rangenya untuk melihat Collection 16, wujud Sunflower yang paling jujur dan tanpa embel-embel.















