Intip Detail Kolaborasi Terbaru JiyongKim x PUMA VS1 yang Segera Rilis
Meluncur di akhir Februari.
Ringkasan
-
Kolaborasi JiyongKim x PUMA VS1 menolak konsep kesempurnaan “factory-fresh” yang tanpa cela
-
Setiap pasang hadir dengan variasi tonal unik yang dihasilkan lewat teknik sun-bleaching khas, memastikan tak ada dua sneaker yang benar-benar sama berkat paparan alami terhadap unsur-unsur alam
-
Desainnya menonjolkan estetika “sengaja belum selesai” melalui tepi kain berjumbai dan jahitan yang dibiarkan terekspos
Kolaborasi terbaru antara JiyongKim dan PUMA menggugat estetika sneaker tradisional yang serba “factory fresh”, dan justru memilih narasi evolusi serta pelapukan yang organik. Dengan memanfaatkan VS1—sebuah siluet yang biasanya berakar pada performa atletik kelas tinggi—JiyongKim mengupas presisi steril produksi massal untuk menyingkap sesuatu yang mentah dan sangat manusiawi. Kemitraan ini mereposisikan sneaker sebagai kanvas bagi craft dan jejak waktu, menghasilkan desain yang terasa kurang seperti produk, dan lebih seperti sebuah artefak.
Di jantung koleksi ini terdapat teknik sun-bleaching khas JiyongKim. Alih-alih memakai pewarna kimia untuk mencapai warna seragam, upper berbahan kain dibiarkan terpapar unsur-unsur alam, membiarkan sinar matahari menentukan pigmen akhirnya. Proses ini memastikan setiap pasang memiliki variasi tonal yang berbeda-beda, menjadikan tiap sneaker sebuah karya seni pakai yang benar-benar unik. Melengkapi tampilan usang nan berkarakter ini, tepi kain berjumbai dan jahitan terbuka kembali menegaskan filosofi “sengaja belum selesai” yang menjadi ciri khas oeuvre JiyongKim.
JiyongKim x PUMA VS1 hadir di persimpangan rapuh antara dunia sport dan warisan craft artisal. Koleksi ini mempertanyakan siklus hidup sebuah sepatu, merayakan “jejak pemakaian seiring waktu” yang biasanya menandai berakhirnya relevansi suatu pasang. Dengan menonjolkan ketidaksempurnaan tersebut, kolaborasi ini mengangkat VS1 menjadi sebuah ekspresi permanensi yang penuh jiwa. Koleksi kapsul yang sangat dinantikan ini dijadwalkan rilis secara regional pada 28 Februari, dengan ketersediaan yang dibatasi ketat hanya di Korea, China, dan Jepang.
Lihat postingan ini di Instagram














