Serial Sekuel ‘The Handmaid’s Tale’ Berjudul ‘The Testaments’ Resmi Tayang di Hulu
Tiga episode perdana sekuel ini akan tayang pada awal April.
Ringkasan
-
Hulu secara resmi telah menjadwalkan pemutaran perdanaThe Testaments pada 8 April 2026, dibuka dengan tiga episode perdana yang melanjutkan saga distopia yang diangkat dari novel lanjutan Margaret Atwood yang diakui luas
-
Serial ini bertransformasi menjadi kisah coming-of-age yang dramatis, berfokus pada kehidupan dua remaja, Agnes dan Daisy, yang saling beririsan saat mereka mencoba bertahan di lingkungan yang menekan dan religius di sebuah sekolah persiapan elite bagi para calon istri masa depan
-
Ann Dowd kembali sebagai Aunt Lydia yang garang, mengawasi sistem pendidikan brutal tempat hubungan yang mulai tumbuh di antara dua tokoh muda ini mengancam meruntuhkan fondasi rezim Gilead
Dunia kelam ciptaan Margaret Atwood kian meluas ketika Hulu resmi mengonfirmasi peluncuran The Testaments, penerus yang sangat dinantikan dari serial ikonisnya,The Handmaid’s Tale. Dijadwalkan tayang perdana pada 8 April 2026, serial ini akan dimulai dengan tiga episode pembuka, lalu berlanjut setiap minggu, menjanjikan pengalaman yang membawa penonton masuk lebih dalam ke seluk-beluk rezim yang tengah runtuh. Jika pendahulunya menyoroti perjuangan untuk bertahan hidup, The Testaments mengalihkan sorotan ke generasi berikutnya, mengupas bagaimana para putri Gilead menanggung dan menegosiasikan beban warisan mereka.
Serial ini digambarkan sebagai “kisah coming-of-age dramatis yang berlatar di Gilead,” dengan pusat cerita pada dua remaja dari latar belakang yang sangat berbeda. Kita mengikuti Agnes (Chase Infiniti), seorang gadis yang dibesarkan dalam struktur religius kalangan elite, dan Daisy (Lucy Halliday), pendatang baru yang menyeberang memasuki Gilead dari luar perbatasannya. Jalan hidup mereka berpotongan di Ardua Hall yang mengintimidasi, sekolah persiapan elite yang diawasi sosok legendaris Aunt Lydia, sekali lagi diperankan Ann Dowd dengan presisi yang mencekam.
Di lingkungan ini, “ketaatan ditanamkan secara brutal dan selalu dibungkus pembenaran ilahi.” Saat Agnes dan Daisy menelusuri koridor sekolah yang megah namun sarat bahaya, hubungan mereka yang kian menguat menjadi katalis eksplosif yang digadang akan “mengguncang masa lalu, masa kini, dan masa depan mereka.” Bagi para penggemar saga orisinalnya, The Testaments menawarkan sudut pandang psikologis yang segar tentang harga kekuasaan dan bara pemberontakan yang menyala ketika generasi muda mulai mempertanyakan satu-satunya dunia yang pernah mereka kenal.



















