Due Hatue nambahin lineup eyewear mereka lewat model terbaru bernama Tubular Masceti. Kacamata ini jadi bukti kalau Due Hatue nggak main-main soal eksplorasi desain dan proses produksi, dengan pendekatan yang rapi tapi tetap terasa personal.
Prosesnya dimulai dari pengukuran beberapa sampel kacamata yang sudah ada sebagai titik awal desain. Dari situ, bentuk Tubular Masceti dikembangkan secara digital menggunakan aplikasi Shapr3D. Total waktu yang dibutuhkan sampai desainnya benar-benar matang kurang lebih tiga bulan, sebelum akhirnya masuk ke tahap produksi fisik.
Desain 3D yang sudah jadi kemudian dicetak menggunakan resin 3D printer. Setelah itu, model tersebut dicor ke dalam cetakan karet untuk menghasilkan versi wax, yang selanjutnya kembali dicor ke material metal. Tahap finishing dilakukan lewat proses sanding sampai permukaannya terlihat mengilap, sebelum seluruh komponennya dirakit menjadi kacamata siap pakai.
Nama Tubular Masceti sendiri diambil dari bentuk kacamatanya yang menyerupai pipa atau lingkaran memanjang dengan alur bergelombang. Di balik namanya, ada cerita yang cukup personal. Saat proses desain berjalan, Shiddiq Machmud sedang melakukan perjalanan ke Bali Timur untuk mencari kain tenun. Di area tersebut, ia mengunjungi Pantai Masceti, yang kemudian jadi inspirasi penamaan model ini.
Super saloon ultra-eksklusif ala yacht dari Alfa ini memulai Bottegafuorisere dengan aero karbon, mesin V6 520 hp, dan detail trim layar Luna Rossa asli.