7 Film Natal Alternatif yang Wajib Kamu Tonton Liburan Ini
Dari aksi seru di ‘Die Hard’ dan ‘Lethal Weapon’ sampai satir gelap ‘Gremlins’, deretan film ini membuktikan: film liburan terbaik tak butuh satu pun rusa kutub.
Perdebatan tahunan tentang apakahDie Hard layak disebut film Natal selalu kembali memanas tiap Desember. Para puris bersikukuh pada elemen genre tertentu seperti sosok Santa atau mukjizat liburan, sementara semakin banyak penonton mulai mendefinisikan film Natal bukan dari kategorinya, melainkan dari peran krusialnya sebagai latar suasana atau pemantik emosi khas musim liburan. Film-film ini biasanya menjadikan elemen Natal sebagai latar penting untuk aksi berisiko tinggi, kontras dramatis bagi konflik, atau bahkan simbol harapan yang kuat. Alternatif segar ini berseberangan dengan sajian musiman tradisional yang kerap terasa terlalu manis, sekaligus mengukuhkan posisi mereka sebagai klasik tahunan yang tak lazim namun dicintai.
Gremlins (1984)
Klasik horor komedi kelam ini dimulai ketika seorang penemu membeli hadiah Natal untuk putranya, Billy (Zach Galligan). Hadiah tersebut adalah makhluk bernama Mogwai yang datang dengan tiga aturan ketat: jangan terkena cahaya terang, jangan sampai basah, dan jangan pernah diberi makan setelah tengah malam. Melanggar aturan ini melepaskan para Gremlins yang brutal dan anarkis. Kaitan film ini dengan Natal menjadi elemen penting dalam plot, memanfaatkan dekorasi liburan yang meriah sebagai kontras tajam terhadap kekacauan yang melanda kota. Film ini berfungsi sebagai kisah moral yang mengerikan, menggambarkan konsekuensi fatal dari kecerobohan manusia saat liburan. Para Gremlins merepresentasikan bahaya moral dari belanja tanpa pikir panjang, sebuah pesan yang selalu relevan setiap musim Natal.
Lethal Weapon (1987)
Film laga-thriller ini membentuk cetak biru genre aksi bernuansa Natal, mencerminkan gagasan penulis Shane Black bahwa liburan adalah “waktu perhitungan bagi orang-orang.” Plotnya memasangkan Detektif Riggs (Mel Gibson) yang berduka dengan Roger Murtaugh (Danny Glover), pria keluarga yang berhati-hati, di tengah sebuah operasi narkotika. Meski berlatar California yang hangat, film ini sepenuhnya memeluk suasana Natal lewat tata set dan musik, menghadirkan latar emosional bagi proses penyembuhan Riggs. Keterkaitan itu mencapai puncak ketika keluarga Murtaugh menyambut Riggs yang kesepian, memberinya pijakan baru dan rasa memiliki yang selaras dengan semangat keluarga dan penerimaan di musim ini.
Die Hard (1988)
Raja tak terbantahkan dari kanon alternatif,Die Hard mengisahkan John McClane (Bruce Willis) yang berusaha berdamai dengan istrinya yang sudah berpisah, Holly (Bonnie Bedelia), saat pesta Christmas Eve perusahaan Nakatomi Corporation. Latar liburan di sini sangat krusial, karena para villain memanfaatkan pesta bergengsi dan kelengahan keamanan untuk melancarkan aksi perampokan. Film ini juga tanpa henti menyelipkan unsur meriah, mulai dari dekorasi, lagu-lagu musiman, hingga penggunaan topi Santa dan kalimat ikonis, “Now I have a machine gun. Ho-ho-ho.” Dengan memadukan aksi berisiko tinggi dan pencarian kembali kehangatan keluarga, film ini mendefinisikan ulang film Natal dan menjadikannya tradisi tahunan penuh adrenalin yang nyaris wajib tonton.
Batman Returns (1992)
Fantasi gotik ala Tim Burton ini berpusat di Gotham City yang selalu dingin dan bersalju, tempat Batman (Michael Keaton) berhadapan dengan Penguin (Danny DeVito) dan Catwoman (Michelle Pfeiffer). Rencana kelam mereka terikat pada momen-momen Natal yang krusial, terutama serangan besar saat seremoni penyalaan pohon Natal raksasa, serta cara Penguin memelintir mitos Santa dengan mencoba menculik anak-anak. Latar Natal menonjolkan keterasingan dan kesepian mendalam para karakter lewat kontras dengan suasana Natal yang semestinya riang. Perpaduan spektakel, drama, dan satir gelap bernuansa liburan ini menjadikannya tontonan akhir tahun yang selalu menarik untuk diulang.
Harry Potter and the Philosopher’s Stone (2001)
Sebagai film pertama dalam seriHarry Potter ini sering kembali ditonton bukan hanya karena statusnya sebagai pintu gerbang ke Wizarding World, tetapi juga karena begitu piawai menangkap “warm, fuzzy feeling” yang identik dengan musim liburan. Setelah bertahun-tahun hidup sengsara, Harry (Daniel Radcliffe) terbangun di Hogwarts untuk merayakan Natal pertamanya yang sesungguhnya, merasakan kebahagiaan tulus dan rasa diterima. Natal ini juga penting karena menjadi hari ketika Harry menerima Invisibility Cloak milik ayahnya — salah satu alat sihir paling krusial dalam petualangan-petualangan masa depannya, yang mengaitkan momen liburan ini secara mendalam dengan perjalanan dan takdir pribadinya.
Kiss Kiss Bang Bang (2005)
Kembali ditulis dan disutradarai Shane Black, neo-noir thriller ini mengikuti Harry Lockhart (Robert Downey Jr.), seorang pencuri yang dikira aktor di LA. Ia berpartner dengan detektif Perry (Val Kilmer) dan bertemu lagi dengan gebetan masa kecilnya, Harmony (Michelle Monaghan), ketika mereka terseret ke dalam kasus pembunuhan yang kompleks. Natal dijadikan latar yang sinis dan terdistorsi di lanskap Los Angeles yang tak konvensional; Black memakai suasana Natal untuk mengkritik kepolosan yang sudah dikorupsi Hollywood dengan menempatkan kejadian-kejadian mengganggu, termasuk pembunuhan, di tengah visual meriah dan lagu-lagu musim liburan.
Iron Man 3 (2013)
Kembali digarap Shane Black, film ketiga dariIron Man ini sepenuhnya berlatar musim liburan. Meskipun statusnya sebagai film Natal sempat diperdebatkan, Marvel Studiossecara resmi menegaskan bahwa Iron Man 3 masuk dalam kategori film Natal. Latar liburan terjalin erat dalam film ini, karena momentum akhir tahun mendorong perkembangan karakter Tony Stark (Robert Downey Jr.) yang begitu intens. Musim ini memaksanya berhadapan dengan demon-demon batinnya, yang dipicu oleh peristiwa tragis diThe Avengers dan ketakutannya kehilangan keluarga. Momen ini memungkinkan Tony menemukan pembaruan simbolis dan menegaskan pertumbuhan mendalamnya pada penutup sekuel, sejalan dengan tema besar musim ini: awal yang baru.















