Nadia Lee Cohen Menghadapi Ingatan Terpecah dalam ‘Holy Ohio’
Seri foto paling personalnya sejauh ini.
Ringkasan
- Buku terbaru karya Nadia Lee Cohen,Holy Ohio,hadir sebagai rangkaian foto intim yang merekam kunjungannya ke keluarga di Ohio setelah 20 tahun
- Dibuat bekerja sama dengan WePresent, buku ini hanya dicetak 1.200 eksemplar dan akan dirilis pada 12 Desember
Karya terbaru Nadia Lee Cohen,Holy Ohiomenandai salah satu proyek paling personal sang seniman hingga saat ini, yang diproduksi bersama WePresent, platform seni milik WeTransfer. Monograf ini mengabadikan kepulangan Cohen ke Ohio setelah lebih dari 20 tahun, ketika ia kembali menemui keluarga besarnya dan merenungkan perkenalan pertamanya dengan Amerika. Melalui fotografi yang lugas tanpa sentimentalisme berlebihan, ia menangkap ritme kehidupan di jantung pedesaan, merajut potongan kenangan masa kecil dengan realitas masa kini saat empat generasi hidup berdampingan.
Dirancang secara fisik menyerupai sebuah Alkitab, buku ini menegaskan ketertarikan Cohen untuk bereksperimen dengan bentuk dan makna. Sampul kulit daur ulang berwarna putih, 150 halaman berisi visual yang dicetak kaya detail, serta penggunaan kertas khusus seperti GardaPat Kiara dan Offenbach Bible Paper menghadirkan kualitas taktil sekaligus nuansa arsip yang kuat. Foto-fotonya menyeimbangkan keintiman dan jarak, menyuguhkan potret mentah tentang dinamika keluarga dan kekacauan domestik yang menggema melampaui narasi personalnya.
Dibanderol seharga US$60,Holy Ohioakan dirilis pada 12 Desember 2025, secara eksklusif melalui IDEA Books London, Dover Street Market London, dan gerai IDEA Booksonline store, dengan pre-order yang sudah dibuka. Edisi ini dibatasi hanya 1.200 eksemplar, menjadikannya sekaligus objek koleksi dan publikasi.



















