Valve baru saja mengumumkan tiga perangkat gaming terbaru: Steam Machine, Steam Frame, dan Steam Controller (rilis awal 2026)
Produk baru Valve yang sudah lama dirumorkan ini resmi meluncur pada “awal 2026”.
Valve—raksasa gaming di balik platform PC paling populer di dunia, Steam, sekaligus rumah bagi waralaba “AAA” seperti Counter-Strike—baru saja mengumumkan tiga perangkat baru: Steam Controller, Steam Machine, dan Steam Frame. Sepanjang tahun, masing-masing produk yang diperkenalkan itu sudah wara-wiri di pusaran rumor internet, dengan spekulasi yang merebak di kalangan gamer soal apa tepatnya yang akan dihadirkan Valve—dan kapan.
Hari ini, akhirnya jawabannya datang: trio perangkat keras baru itu resmi bakal meluncur ke pasar pada “awal 2026”—meski tanggal rilis masing-masing model, berikut harganya, masih menunggu konfirmasi.
Menurut Valve, produk-produk baru ini dirancang untuk menyatu mulus dengan ekosistemnya dan dioptimalkan bagi pengguna dengan koleksi game Steam yang sudah ada. Perangkat-perangkat tersebut akan melengkapi Steam Deck—PC genggam bertenaga Linux yang revolusioner rilisan 2022—dan, seperti Steam Deck, akan beroperasi sebagai “platform terbuka” demi memastikan kompatibilitas penuh bagi pengguna yang koleksi game mereka berada di platform alternatif seperti Epic Games Store, GOG, dan lainnya.
Dari segi desain dan fungsionalitas, Steam Controller yang akan datang tampak berbeda dari kontroler pada umumnya: perangkat ini mengusung dua trackpad inovatif—seperti yang ada di Steam Deck—yang menyuguhkan pengalaman bermain hibrida, membawa sensasi gaming PC ke ranah konsol dan memberi pengguna yang terbaik dari keduanya dalam satu perangkat. Perangkat ini juga akan dibekali Steam Controller Puck, pemancar nirkabel mungil yang menjanjikan koneksi berlatensi rendah sekaligus berfungsi sebagai pengisi daya (juga bisa digunakan via Bluetooth atau lewat kabel USB). Steam Controller hadir dengan stik analog berteknologi magnetik TMR (jadi “stick drift” bukan lagi masalah), plus getaran definisi tinggi dan giroskop bawaan dengan umpan balik haptik untuk kontrol gerak.
Sementara itu, Steam Machine diklaim menghadirkan “tenaga lebih dari enam kali lipat” dibanding Steam Deck, memungkinkan gamer melahap judul-judul paling menuntut dengan mudah. Berbentuk kubus 6 inci, perangkat ini ditenagai sistem operasi berfokus gaming milik Valve, SteamOS, dan sekilas tampak seperti Xbox Series X yang dipotong setengah. Perangkat ini menyertakan slot kartu microSD, port Gigabit Ethernet, DisplayPort 1.4, HDMI 2.0, satu port USB-C, dan empat port USB-A. Di dalamnya ada CPU dan GPU AMD “semi-custom” yang oleh Valve digambarkan sebagai “kelas desktop”, dan akan hadir dengan opsi penyimpanan 512 GB atau 2 TB.
Terakhir, Steam Frame menandai langkah terbaru Valve di ranah VR. Berbeda dengan Valve Index dari 2019, Steam Frame terbaru adalah perangkat all-in-one yang berdiri sendiri, ditenagai prosesor Snapdragon dan menjalankan SteamOS layaknya Steam Deck dan Steam Machine. Valve mengatakan semua game di Steam—bukan hanya game VR—bisa dimainkan di headset ini, yang mereka gambarkan sebagai “cara baru yang nyaman, nirkabel, dan ringan [...] untuk menikmati seluruh koleksi Steam Anda”.
Gabe Newell, salah satu pendiri sekaligus presiden Valve Corporation, mengatakan soal pengumuman hari ini: “Kami sangat senang dengan kesuksesan Steam Deck, dan para gamer PC terus meminta lebih banyak cara untuk memainkan semua judul hebat di koleksi Steam mereka. Pekerjaan kami selama bertahun-tahun pada perangkat keras lain dan—yang lebih penting—pada SteamOS membuat Steam Controller, Steam Machine, dan Steam Frame bisa mewujudkannya.”
Dalam siaran persnya, Valve menambahkan: “Target kami adalah mulai mengirimkan pada awal 2026.”
Pantau terus Hypebeast—kami akan mengabarkan semua detail peluncuran segera setelah kami mendapatkannya.


















