Hiroshi Senju x Hibiki Whisky: Seni Harmoni
Seniman yang dikenal lewat seri air terjun ikonisnya, memadukan lukisan tradisional Nihonga dengan abstraksi kontemporer.
Bagi Hiroshi Senju, wiski selalu menyimpan nuansa keintiman dan kenangan. Pelukis kelahiran Tokyo yang tersohor berkat seri air terjunnya—yang memadukan seni lukis tradisional Nihonga dengan abstraksi kontemporer—mengenang masa kecil ketika ia kerap menyaksikan sang ayah menikmati wiski Scotch langka. Momen-momen hening itu membentuk pemahaman awalnya tentang keartisan dan ritual. Bertahun-tahun kemudian, penghormatan yang sama membawanya pada wiski Jepang, khususnya paduan yang halus dari Suntory’s Hibiki.
Jalinan itu kini berbuah melalui kolaborasi antara Senju dan Suntory Whisky pada dua edisi Hibiki yang ultra-terbatas: 21 Years Old dan 30 Years Old. Kemitraan ini merayakan pencarian Hibiki akan keartisan yang berakar pada alam, sekaligus menafsirkan ulang relasi antara wiski, seni, dan alam. “Proyek ini mengaitkan evolusi saya dari Scotch ke wiski Jepang dengan karya saya sebagai seniman yang berupaya mengekspresikan keseimbangan dan emosi,” ujarnya kepada kami.
Kolaborasi ini berpusat pada “Waterfall on Colours ‘Hibiki’,” sebuah lukisan monumental yang dieksekusi dalam sepuluh rona ungu, terinspirasi gradasi Kokimurasaki yang melambangkan Hibiki. “Di Jepang dan Tiongkok, ungu memiliki beragam variasi, masing-masing mengambil nama tanaman dan menyandang maknanya sendiri,” jelas Senju. “Bagi saya, ungu berarti penerimaan. Ia merepresentasikan ketidaksempurnaan—sesuatu yang tak bisa disempurnakan.” Tekniknya—mengandalkan pigmen alami dan aliran air—mencerminkan harmoni organik yang terasa baik dalam lukisan-lukisannya maupun dalam Hibiki—filosofi peracikannya.
Diluncurkan dalam sebuah jamuan privat di Brooklyn, karya tersebut kini terpampang pada kotak presentasi dan label Hibiki 21, dan diwujudkan dalam kristal untuk edisi 30 Years Old. Kolaborasi ini menggarisbawahi penghormatan bersama terhadap keartisan serta keseimbangan antara tradisi dan inovasi. “Sebagaimana air terjun dalam lukisan saya menangkap rentang pengalaman manusia—hasrat, pergulatan, dan momen-momen sunyi kita—dan sebagaimana Hibiki menyeimbangkan begitu banyak nada yang berbeda, saya berharap karya ini mengundang renungan akan keindahan dalam ketidaksempurnaan,” ujar Senju.
DISCLAIMER: Kami tidak menganjurkan konsumsi alkohol yang tidak bertanggung jawab dan/atau oleh mereka yang belum cukup umur. Minumlah secara bertanggung jawab dan sesuai ketentuan hukum.



















