Kontrak Pendiri Apple Computer Company Siap Dilelang di Christie’s
Christie’s bersiap melelang dokumen kemitraan tahun 1976 yang ditandatangani, beserta berkas keluarnya Ron Wayne, sebagai salah satu artefak paling berharga dalam sejarah awal teknologi.
Sekilas
- Kontrak kemitraan asli sepanjang tiga halamanApple Computer Company itu akan segera menuju blok lelang di Christie’s New York, dengan taksiran harga antara $2 juta hingga $4 juta untuk dokumen yang sudah dijuluki para kolektor sebagai “akta kelahiran” Apple.
- Ditandatangani pada 1 April 1976 oleh Steve Jobs, Steve Wozniak, dan Ron Wayne, perjanjian ini mengunci pembagian kepemilikan yang membentuk Apple di masa-masa awal: 45% untuk Jobs, 45% untuk Woz, dan 10% untuk Wayne, yang menyusun sendiri dokumen tersebut dengan mesin tik IBM miliknya.
- Lot ini juga mencakup dokumen pengunduran diri Ron Wayne, yang ditandatangani hanya 12 hari kemudian, ketika ia menerima $800 di muka dan pembayaran $1.500 berikutnya untuk melepas 10% sahamnya di perusahaan yang kelak menjelma raksasa bernilai $4 triliun.
- Seandainya tidak pernah tersentuh dalam sebuah skenario hipotetis lurus, 10% saham awal Wayne akan bernilai ratusan miliar dolar hari ini, mengubah kepergiannya yang begitu low-profile menjadi salah satu momen “seandainya” paling melegenda di Silicon Valley.
- Kontrak ini akan menjadi sorotan utama di lelang Christie’s“We the People: America at 250” pada 23 Januari 2026, di mana kontrak ini akan dipajang berdampingan dengan draf Konstitusi AS—menegaskan bagaimana benda-benda fana dunia teknologi kini berbagi panggung dengan dokumen-dokumen politik fondasional.
- Ini bukan pertama kalinya dokumen-dokumen pendirian tersebut berpindah tangan. Lot serupa terjual di Sotheby’s pada 2011 dengan harga sekitar $1,6 juta—angka yang menunjukkan bagaimana nostalgia terhadap Apple dan budaya mengoleksi teknologi telah benar-benar masuk kategori blue-chip.
- Di pasar barang koleksi sekunder yang sudah menyaksikan sandal Birkenstocks usang milik Jobs, iPhone generasi pertama yang masih tersegel, bahkan kartu nama lawasnya laku dengan harga selangit, kontrak ini terasa kurang seperti sekadar memorabilia dan lebih seperti mitos asal-usul yang menjelma dalam wujud fisik.



















