Jordan dan Youssouf Fofana Bawa Ekspedisi Kreatif ke Kenya
‘The Scout’s Trip’ mempertemukan kolektif kreatif global untuk merayakan koleksi terbaru Jordan Fall/Winter 2025—’Coldest in The Game’.
Untuk merayakan koleksi Fall/Winter 2025 terbaru dari Jordan Brand, Coldest in The Game, label tersebut menggandeng kurator kreatif Youssouf Fofana dalam proyek bertajuk The Scout’s Trip – sebuah ekspedisi unik ke Kenya yang mempertemukan talenta kreatif dari Eropa, Timur Tengah, Afrika Utara, Amerika Utara, dan Kenya untuk berbagi pengalaman, percakapan, kreativitas, dan olahraga.
Di antara kolektif terkurasi itu, hadir kelompok skate berbasis Kenya Girl Skate Nairobi – sekelompok perempuan muda yang menggunakan skateboarding untuk membangun komunitas dan menantang norma gender dalam budaya urban Kenya – serta kolektif streetwear asal Nairobi Studio18. Dari Prancis, chef kreatif Zoumana Meite dan desainer mode Maï Jarach ikut bergabung; keduanya menjadi bagian dari Union de la Jeunesse Internationale, sebuah program sponsorship. Selain itu, dari Inggris, penulis dan jurnalis Dalia Al-Duajaili juga bergabung, begitu pula seniman Miriam Fahim dari Italia, bersama beberapa kreator muda lainnya.
The Scout’s Trip berakar pada kekuatan utama Jordan Brand: storytelling. Perjalanan ini menggali kisah-kisah baru yang lahir ketika Jordan dihayati melalui pengalaman bersama dan kreativitas kolaboratif.
Bersama, mereka menjelajahi lanskap khas Kenya – dari pusat budaya Nairobi hingga Gunung Kenya. Lingkungan baru ini menghadirkan konteks segar untuk terhubung dan menyuntikkan energi ke proses kreatif, begitu pula komunitas dan kisah-kisah organik yang mereka temui di sepanjang perjalanan. Perjalanan ini bertumpu pada alur kreasi yang natural, membiarkan keterhubungan kelompok dan lingkungan menuntun prosesnya.
Koleksi produk yang memantik perjalanan ini – Coldest in The Game – mencakup dua paket apparel baru dan satu desain sepatu AJ1 terbaru.
Yang pertama, Mountainside Collection, mencakup hoodie high-visibility dan celana kargo teknis yang dirancang untuk kehangatan, plus Mountainside Jacket yang mencuri perhatian dengan teknologi GORE-TEX dan finishing tahan air. Motif jaketnya terinspirasi dari kerumunan di dunk contest 1985 yang tersohor, dihadirkan dalam pola berpiksel.
Koleksi RealTree Collection mengangkat tren camo, menghadirkan paduan streetwear-meets-outerwear seperti parka berisi down, hoodie cropped, dan jaket Chicago yang diinterpretasi ulang.
Melengkapi koleksi ini, hadir AJ1 Element Low – perpaduan unik antara fungsi outdoor dan gaya basket, dari performa hingga estetika. Fitur meliputi All Conditions A/T “Off Road” cupsole, busa berukir, Air Bag di tumit, penopang tumit TPU, dan perlindungan kedap air GORE-TEX.
Secara keseluruhan, lini Mountainside menyulut gaya street harian dengan energi ekstra seraya menawarkan utilitas praktis untuk menghadapi bulan-bulan yang lebih dingin.
Berbicara tentang koleksi sekaligus pengalaman tersebut, Youssouf Fofana mengatakan, “Saya pikir kami memulai dari produk, namun kami selalu tahu itu bukan tujuan akhir dari proyek yang kami bangun. Yang benar-benar kami inginkan adalah menciptakan sesuatu yang lebih besar—membangun komunitas, mempertemukan orang-orang. Menghimpun anak muda dari latar belakang berbeda, dari kota-kota berbeda, kebanyakan dengan kultur ganda, yang berupaya menceritakan kisah baru, menciptakan hal-hal baru, dan berinovasi dalam kultur. Penting bagi saya untuk menyatukan mereka semua dan membangun sesuatu yang kuat bersama.”
Intip visual perjalanan di atas, diabadikan oleh Bolade Banjo.



















